News Video
Bandingkan Cara Anies Baswedan dan Edy Rahmayadi Antisipasi Virus Corona di Daerah Masing-masing
Anies Baswedan dan Edy Rahmayadi telah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corona
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
Bandingkan Cara Anies Baswedan dan Edy Rahmayadi Antisipasi Virus Corona di Daerah Masing-masing
TRI BUN-MEDAN.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah mengeluarkan surat edaran tentang Kewaspadaan dan Antisipasi Penyebaran Virus Corona.
Data teranyar, Rabu (18/3/2020), di DKI Jakarta ada 12 pasien positif Virus Corona meninggal dunia.
Sementara di Sumut satu pasien positif meninggal dunia pada Selasa (17/3/2020) malam, setelah sebelumnya masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) RSUP Adam Malik Medan.
• Pasien yang Meninggal di RSUP Adam Malik Positif Corona, Sudah Diumumkan Pemerintah
• Detik-detik Ambulans RSUP Adam Malik Masukkan 2 Orang PDP Corona ke Ruang Isolasi
Lantas bagaimana kebijakan kedua kepala daerah ini?
1. Anies Baswedan
Menilik penyebaran virus, Anies Baswedan telah membuat aturan.
Di antaranya, meniadakan pelayanan tatap muka: seperti halnya permohonan perizinan dan kependudukan hingga 14 hari.
Tak hanya itu, Anies Baswedan mengeluarkan keputusan yang mendapat kritik publik yaitu pembatasan trasnportasi massal.
Anies beralasan pembatasan trasportasi massal untuk memberikan efek kejut.
"Tujuannya mengirimkan pesan kejut kepada seluruh penduduk Jakarta bahwa kita berhadapan dengan kondisi ekstrem.
Jadi ketika orang antre panjang, baru sadar, oh iya COVID-19 itu bukan fenomena di WA yang jauh sana.
Ini ada di depan mata," kata Anies dalam unggahan video pertemuan pertama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (18/3/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.
• Arief Muhammad dan Rachel Vennya Ungkap Alasan Galang Dana Perangi Corona
• Jumlah ODP Virus Corona di Jakarta Meningkat Signifikan, Ini Penjelasan Rinci Anies Baswedan
Pembatasan jam operasi itu diterapkan Senin lalu.
Untuk MRT, Anies juga mengurangi jumlah kereta yang biasa melayani penumpang.
Pembatasan ekstrem saat itu menyebabkan masyarakat harus mengantre secara berdempetan untuk menggunakan layanan TransJakarta dan MRT Jakarta, kemudian banyak masyarakat yang mengkritik hal itu.
Meski demikian, Anies mengatakan efek kejut itu dapat membuat warga menghindari tempat keramaian di kemudian hari.
• Kesaksian Dokter Pasien Virus Corona Sembuh, Mengobati Diri Makan Sup dan Konsumsi Paracetamol
• Timbun Bahan Pangan Selama Siaga Corona, Ini Hukuman yang Diberlakukan Kejati Sumut
2. Edy Rahmayadi
Hari ini, Rabu (18/3/2020), pemerintah mengumumkan 1 pasien positif Corona di Sumut meninggal dunia.
Hal ini membuat warga Sumut kaget.
Diberitakan sebelumnya, Edy Rahmayadi telah mengumpulkan seluruh manajemen rumah sakit.
Edy memastikan agar antisipasi Corona dilakukan secara maksimal.
Pihaknya pun sudah melibatkan TNI-Polri untuk membuat fasilitas ruang isolasi.
Pemprov Sumut menyediakan anggaran sebanyak Rp 18 miliar untuk antisipasi Corona.
Tak hanya itu, Edy Rahmayadi pun memutuskan untuk meliburkan aktivitas sekolah tatap muka dan menutup tempat wisata hingga 14 hari kedepan.
Padahal sebelumnya, mantan Pangkostrad ini tak ingin meliburkan sekolah.
Berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta, Edy Rahmyadi belum menutup aktivitas perizinan dan pelayanan pendudukan.
Bandingkan Cara Anies Baswedan dan Edy Rahmayadi Antisipasi Virus Corona di Daerah Masing-masing
(hen/tri bun-medan.com)