PRESIDEN Xi Jinping Ancam Hancurkan Upaya Negara Lain (Eksternal) yang Ingin Memecah Belah China

Kasus Kerusuhan yang Telah Berlangsung Selama 5 Bulan untuk Kemerdekaan Hong Kong Secepat Kilat Hilang setelah Munculnya Wabah Virus Corona COVID-19.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Via Kontan
Presiden China Xi Jinping saat ultah Partai Komunis China ke-70, 1 Oktober 2019 lalu. Xi Jinping mengancam orang luar atau negara lain yang ingin memecah belah China. 

PRESIDEN Xi Jinping Ancam Hancurkan Upaya Negara Lain (eksternal) yang Ingin Memecah Belah China.

Kasus Kerusuhan yang Telah Berlangsung Selama 5 Bulan untuk "Kemerdekaan" Hong Kong Secepat Kilat Hilang setelah Munculnya Wabah Virus Corona COVID-19. 

****

SEBELUM munculnya wabah virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke penjuru dunia, Presiden China Xi Jinping telah memperingatkan dunia  bahwa setiap ada upaya orang lain yang ingin  memecah belah China akan dihancurkan.

Hal ini ditegaskannya pada Minggu (13/10/2019) lalu, terutama terkait krisis politik yang terjadi di Hong Kong selama 5 bulan.

"Siapa pun yang mencoba untuk memecah China di bagian mana pun, di negara itu akan berakhir dengan tubuh dan tulang yang hancur," kata Xi dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli sebagaimana dikutip Reuters dari CCTV.

"Dan setiap kekuatan eksternal (negara luar) yang mendukung upaya-upaya seperti memecah belah China akan dianggap oleh orang-orang China sebagai mimpi!" kata Xi Jinping. 

Ungkapan Xi ini juga diperkirakan ditujukkan untuk Amerika Serikat yang baru-baru ini memasukan 28 entitas China ke dalam daftar hitam.

Amerika Serikat beralasan, perusahaan-perusahaan tersebut telah melanggar HAM karena terlibat tindakan diskriminatif terhadap etnis Uighur, minoritas Muslim di negara itu.

Sebagaimana diketahui demo Hong Kong terus berlangsung selama 5 bulan lebih.

Pengunjuk rasa yang diperkirakan mencapai 2 juta  yang pro Demokrasi dan polisi terjebak dalam kerusuhan di pusat kota Hong Kong hingga ke sejumlah wilayah.

Pendemo menyuarakan "Free Hong Kong" "Kemerdekaan" Hong Kong. 

Selain untuk "kemerdekaan" Hong Kong,  para aktivis-pengunjuk rasa  juga menuntut RUU kontroversial terkait esktradisi kriminal Hong Kong akan dikirim ke China.

Aktivis takut hal ini akan menjadi senjata China untuk menekan kebebasan berekspresi di wilayah itu selama ini. 

China menuding, aksi demo pro Demokrasi hingga kerusuhan di Hong Kong itu ditunggangi oleh orang-orang luar atau negara luar. Hal inilah salah satu kemarahan Presiden Xi Jinping

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved