Cara Tepat Instalasi Ruang Isolasi Rumah Sakit Penanganan Pasien Virus Corona
Penyebaran virus Corona di Indonesia terbilang massive. Hingga per 18 Maret 2020, pasien positif Corona di Indonesia bertambah 55, menjadi 227 orang.
MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Penyebaran virus Corona di Indonesia terbilang massive. Hingga per 18 Maret 2020, pasien positif Corona di Indonesia bertambah 55, menjadi 227 orang. Berbagai pihak turut melakukan berbagai cara untuk mencegah virus tidak semakin menyebar.
Seperti yang dilakukan gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Dalam rapat siaga Corona, beliau menginstruksikan seluruh rumah sakit di daerah agar menyiapkan ruang isolasi, terutama yang berkapasitas besar.
Apa sebenarnya ruang isolasi dan apa saja equipment yang dibutuhkan?
Sebagai ahli system tata udara, Kontraktor HVAC merasa perlu berkontribusi untuk mendukung kebijakan Gubernur Sumut. Rumah sakit memang seharusnya memiliki ruang isolasi untuk meminimalisir kasus penularan infeksi.

Ruang isolasi dipergunakan untuk menahan penyebaran penyakit agar tidak menjadi suatu kejadian luar biasa atau KLB. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengkondisian udara di rumah sakit.
Hal ini juga diatur oleh Permenkes dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit.
Ruang isolasi merupakan ruangan yang di desain khusus dan terpisah dari pasien lain. Sebagaimana yang kita lihat, gambar di atas menunjukkan system HVAC dengan pengaturan udara untuk ruangan bertekanan negative.
Terdapat anteroom yang dirancang untuk memberikan "air-lock" antara pasien menular dan pasien tidak menular atau pasien umum dan tenaga medis lain yang bertugas.
Air lock berada di sebelah ruang pasien. Udara akan mengalir dari ruang anteroom ke ruang isolasi. Kontrol tekanan dipertahankan oleh modulasi pasokan utama dan exhaust fan berdasarkan sinyal dari transfer tekanan yang terletak di dalam ruang isolasi.
Penting bagi pengelola rumah sakit untuk memerhatikan fasilitas dan infrastruktur ruang isolasi untuk pengendalian penyebaran penyakit ataupun infeksi.
Ruang isolasi ini tentu beda dengan ruang rawat inap biasa. Hal yang paling membedakannya adalah tekanan udara dalam ruang isolasi.
Ruang isolasi harus bertekanan udara negative. Yang artinya, udara dalam ruang isolasi lebih rendah dibanding udara luar. Alat pengukur tekanan udara ini dinamakan magnehelic, yang nantinya bisa dilihat seberapa besar tekanan yang diberikan sesuai dengan diagnose dokter yang bertugas atau berjaga.
Selain magnehelic, komponen lain yang harus ada dalam ruang isolasi adalah HEPA filter, Exhaust Fan dan juga UV Light.
