Virus Corona

Kendati Sembuh dari Virus Corona (Covid-19) Paru-paru Pasien Mengalami Kerusakan Permanen

Para peneliti di Hong Kong mengatakan bahwa dalam penelitian terbaru, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 dapat mengalami kerusakan paru-paru.

Editor: Tariden Turnip
afp
Kendati Sembuh dari Virus Corona (Covid-19) Paru-paru Pasien Mengalami Kerusakan Permanen. Pasien Covid-19 menggunakan alat bantu pernafasan Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO) 

Kendati Sembuh dari Virus Corona (Covid-19) Paru-paru Pasien Mengalami Kerusakan Permanen

Hingga Selasa (24/3/2020) pagi jumlah kasus virus Corona (Covid-19) sudah mencapai 381.744 kasus di seluruh dunia.

Sebanyak 16.558 pasien meninggal dunia, terbanyak terjadi di Italia yakni 6.077 orang.

Dan sebanyak 102.429 pasien sembuh dari Covid-19.

Umumnya pasien yang dinyatakan pulih ini adalah mereka yang terinfeksi virus corona dalam bentuk ringan hingga sedang, atau karena pasien-pasien tersebut menerima perawatan medis yang sangat baik.

Berita ini tentu melegakan untuk didengar, namun ada juga berita buruknya.

Karena penyakit Covid-19 umumnya mempengaruhi saluran pernapasan bagian bawah, sebagian besar dari mereka yang terinfeksi menunjukkan batuk kering, sesak napas atau pneumonia.

Para peneliti di Hong Kong mengatakan bahwa dalam penelitian terbaru, pasien yang telah sembuh dari Covid-19 dapat mengalami kerusakan paru-paru.

Sebuah studi kecil yang didapat dari 12 pasien sembuh itu menunjukkan bahwa dua atau tiga di antaranya telah mengalami penurunan fungsi paru-paru.

Namun, penelitian ini masih terlalu dini untuk mengonfirmasi efek jangka panjangnya.

"Pada beberapa pasien, fungsi paru-paru dapat menurun sekitar 20 hingga 30% setelah pemulihan," kata Dr. Owen Tsang Tak-yin, direktur medis dari Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Princess Margaret di Hong Kong seperti dilansir dw indonesia.

Pemindaian tomografi komputer telah menunjukkan adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan' di paru-paru, yang mungkin semakin memburuk saat penyakit berkembang.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, para ilmuwan dari Rumah Sakit Zhongnam di Universitas Wuhan menganalisis 140 pemindaian paru-paru pasien Covid-19 dan menemukan ground glass opacity (GGO) - temuan radiologi yang menunjukkan adanya kekaburan di area paru-paru akibat adanya kantung berisi cairan atau 'serpihan'.

Pemindaian paru-paru yang terinfeksi virus corona menunjukkan area pneumonia
Pemindaian paru-paru yang terinfeksi virus corona menunjukkan area pneumonia (SPL)

Dugaan fibrosis paru-paru

Penelitian lebih lanjut dari pasien yang telah sembuh dari Covid-19 harus terus dilakukan untuk menunjukkan apakah mereka bisa terkena fibrosis paru atau gangguan pernapasan akibat terbentuknya jaringan parut di organ paru-paru.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved