Hantavirus Dianggap Lebih Berbahaya, Ini Perbedaannya dengan Virus Corona

Belum selesai virus corona, kini dunia kembali digemparkan didengan munculnya sebuah virus baru, bernama Hantavirus. Berikut ciri-ciri Hantavirus

Tayang:
Shutterstock
Belum selesai virus corona atau Covid-19, saat ini warga China panik dilanda Hantavirus. Apa itu Hantavirus? 

Hantavirus Dianggap Lebih Berbahaya, Ini Perbedaannya dengan Virus Corona

TRIBUN-MEDAN.com - Belum selesai virus corona, kini dunia kembali digemparkan didengan munculnya sebuah virus baru, bernama Hantavirus.

Keberadaan Hantavirus ini muncul, setelah muncuk kabar meninggalnya seorang pria asal China.

Kali ini bukan virus corona, namun sebuah virus yang kabarnya berasal dari hewan pengerat, yakni Hantavirus.

Hantavirus memiliki kesamaan dengan virus corona dalam hal menyerang pernapasan. Kendati demikian, virus ini dianggap lebih berbahaya dengan tingkat kematian 38%.

Maia Estianty Lelang Barang-barang Mewah Demi Perangi Corona, Padahal Sudah Kumpulkan Donasi Rp 13 M

Berikut pengertian Hantavirus dikutip Tribunnews.com dari in.mashable.com :

Mengapa Semua Orang Membicarakan Hantavirus?

Berawal dari unggahan salah satu surat kabar harian nasional China, Global Times pada akun Twitternya @globaltimesnews pada Selasa (24/3/2020).

 

Pada unggahan tersebut Global Times melaporkan kematian seorang pria di provinsi Yunnan, yang dinyatakan positif menderita Hantavirus.

Pria itu dilaporkan pulang ke rumah dengan bus sewaan bersama 32 lainnya, yang semuanya diuji segera dan dinyatakan negatif untuk virus itu.

Apa itu Hantavirus?

Berlawanan dengan apa yang dikatakan di media sosial, Hantavirus bukanlah virus baru dari Cina.

Faktanya, telah dibuat sangat jelas bahwa Hantavirus bukan bagian dari SARS-CoV-2 (Coronavirus).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan Hantavirus sebagai keluarga virus yang sebagian besar disebarkan oleh tikus.

Cara penularan Hantavirus atau Hanta Virus
Cara penularan Hantavirus atau Hanta Virus (Indiaglitz.com)

Orang-orang yang kontak dengan urin, tinja atau air liur tikus, menghirup udara yang terkontaminasi oleh sekresi ini atau digigit oleh tikus yang terinfeksi dapat tertular virus ini.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved