Komunitas Zero Waste Nusantara Berbagi Kesadaran Lingkungan Hingga Dorong Minimalisasi Sampah

Komunitas Zero Waste Nusantara Berbagi Kesadaran Lingkungan Hingga Gerakan Minimalisasi Sampah

Editor: Juang Naibaho
HO
Komunitas Zero Waste Nusantara saat berbagi mengenai gaya hidup minim sampah kepada komunitas Kumpul Mama beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com - Komunitas yang aktif mengkampanyekan soal lingkungan terutama gaya hidup minim sampah, Zero Waste Nusantara (ZWN) kerap melakukan kegiatan-kegiatan berwawasan lingkungan sejak 2016.

Tak hanya bergerak di dunia nyata, dunia maya juga menjadi tempat bahasan-bahasan mengenai lingkungan sering diadakan oleh Zera Waste Nusantara.

Founder Zero Waste Nusantara, Jeanny Primasari mengatakan bahwa komunitas yang didirikannya karena melihat kesadaran masyarakat terhadap sampah yang diproduksinya masih rendah.

"Masih banyak sekali yang memproduksi sampah tanpa peduli akan dikemanakan sampah tersebut," katanya kepada Tribun Medan, Senin (30/3/2020).

Jeannya mengatakan bahwa sejak 2018, komunitas Zero Waste Nusantara memiliki grup WhatsApp dengan nama TaMpah. Nama TaMpah, terangnya merupakan singkatan dari Pantang Nyampah. Meskipun begitu bahasannya tak hanya berkutat mengenai sampah.

"Seperti namanya, Pantang Nyampah, fokus dari grup ini adalah seputar isu sampah dan lingkungan. Bagaimana kita bisa meminimalkan produksi sampah dalam keseharian kita, serta isu-isu lingkungan lain yang sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar masalah sampah," katanya.

Sejauh ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Zero Waste Nusantara melalui grup WhatsApp-nya yakni pembahasan mengenai gaya hidup minim sampah dengan tema yang beragam hingga penggalangan dana.

"Kalau di grup whatsapp ini, kegiatannya utamanya ada ngobrol santai sehari-hari sesuai dengan koridor isu lingkungan. Juga ada kuliah whatsapp, zwap (zero waste swap) setiap hari minggu pagi, di mana anggota grup bisa saling tukar barang/jual beli barang bekas, untuk mengurangi kebutuhan beli barang baru dan pada akhirnya mengurangi jejak karbon. Juga ada berbagai kampanye dan penggalangan dana," katanya.

Hingga kini, anggota grup whatsapp TaMpah yang dimiliki Zero Waste Nusantara telah menjadi wadah bagi banyak kalangan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

"Kurang lebih anggota di grup saat inu sudah mencapai 280 an," ujar Jeannya.

Ia juga mengatakan bahwa seluruh materi serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan di grup whatsapp tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh anggota yang tergabung di dalamnya. Para peserta juga bisa menerapkan seluruh materi sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi.

"Tergantung dari masing-masing anggota saja, mana yang mau mereka praktikkan sesuai dengan keadaan yang mereka masing-masing," kata dia.

Selain mengkampanyekan isu lingkungan melalui instagram dan facebook @zerowastenusantara, kegiatan yang dilakukan oleh ZWN adalah menyuarakan isu lingkungan dalam bisnis dari para narasumber yang berpengalaman di bidangnya.

Cara ini diharapkan bisa mendorong produsen serius untuk menciptakan bisnis yang lebih ramah lingkungan.

"Kami secara kolektif juga menggali info dan menyuarakan concern-concern kami pada produsen-produsen agar lebih memperhatikan isu lingkungan dalam bisnisnya," kata Jeanny.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved