Dinas Tenaga Kerja Mencatat Seribuan TKI Asal Sumut Telah Pulang dari Malaysia

Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 1.000-an TKI) asal Sumut telah ppulang dari Malaysia

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
HO/tri bun medan
Petugas memeriksa suhu tubuh Posko Kesehatan seorang TKI yang baru tiba dari Malaysia, antisipasi Covid-19 di posko kesehatan depan kantor Desa Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Jumat (3/4/2020) dini hari. 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara mencatat sejak Januari sampai Maret 2020, sebanyak 1.000-an Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Sumut telah pulang dari Malaysia.

"Kalau angka kepastian TKI asal Sumut yang sudah pulang itu sekitar 1.000 mulai dari Januari sampai dengan sekarang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Harianto Butarbutar, melalui sambungan telepon genggam, Jumat (3/4/2020).

Akan tetapi, ia tidak menjelaskan secara detail, apakah para TKI yang telah pulang ini sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19.

Karena, para TKI ini pulang ke Indonesia tidak langsung ke Provinsi Sumatera Utara, melainkan di Batam.

"Sebagian sudah pulang, kalau pastinya kepulangan itu kita tidak mendapatkan informasi, karena mereka kebanyakan pulang di Riau," katanya.

Harianto kemudian belum dapat memastikan apakah 1.000 TKI asal Sumut yang sudah berada di Indonesia itu pulang secara ilegal atau legal.

Sebab, kebanyakan TKI asal Sumut yang berada di Malaysia menggunakan paspor untuk liburan, di mana setiap sebulan sekali harus kembali ke Indonesia guna memperpanjang masa berlaku kunjungan tersebut.

"Yang tidak terdata itu, mereka berangkat menggunakan paspor, sampai di sana tahunya mereka bekerja. Dan kembali ke Indonesia hanya memperpanjang masa aktifnya. Sekali sebulan pulang lewat laut," ucapnya.

Dari 1.000 TKI asal Sumut yang telah pulang, kata dia, ada sebagian yang sudah menjalani karantina di daerah asal masing-masing.

Namun, kepada TKI yang pulang melalui jalur laut di Batam, pihak Kementerian Sosial sudah melakukan pemantauan dengan cara karantina, guna mengantisipasi penyebaran wabah pandemi ini.

"Kalau TKI yang sudah pulang itu dikarantinakan di masing-masing daerahnya. Ada sebagian dikarantinakan oleh pihak Kemensos, di Batam. Setelah dua minggu baru pulang," ucapnya.

Untuk TKI asal Sumut yang berangkat ke Malaysia dengan perusahan penyalur tenaga kerja, tidak ada yang ditemukan terpapar wabah virus ini.

Sebab, pihak perusahaan bertanggungjawab untuk kesehatan dan kondisi dari masing-masing TKI yang disalurkannya.

"Untuk yang resmi tidak ada yang terpapar virus Corona," ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), tahun 2019 ada 17.000 warga asal Sumut yang berangkat ke Malaysia sebagai TKI.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved