Kunci Penting Penanganan Covid-19, Masyarakat Harus Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

UNTUK menekan penularan Covid-19, masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama di pasar tradisional.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
JURU Bicara Gugas Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Mayor KES dr Whiko Irwan D 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Upaya penanganan wabah Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) semakin meningkat, mulai dari penyediaan alat kesehatan hingga fasilitas isolasi dan perawatan pasien khusus selama masa tanggap darurat.

Namun untuk menekan penularannya, masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama di pasar tradisional.

Dikatakannya, salah satu kunci penting penanganan Covid-19 adalah dukungan seluruh masyarakat terhadap upaya pemerintah terkait imbauan protokol kesehatan.

“Ada dua hal yang akan mempengaruhi tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah kita. Pertama upaya pencegahan yang kita lakukan. Dan kedua adalah adanya keramaian,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor KES dr Whiko Irwan, Sabtu (4/4/2020).

Upaya pencegahan yang rendah, lanjut Whiko, karena kurangnya partisipasi masyarakat dan adanya keramaian yang tinggi karena kurang patuhnya masyarakat terhadap imbauan pemerintah.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan beberapa kali lipat penderita Covid-19 dalam satu sampai dua pekan ke depan.

“Akan tetapi sebaliknya, apabila upaya pencegahan yang tinggi dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, petugas kesehatan dan Pemda di seluruh wilayah Sumut dengan menekan tingkat keramaian atau menghilangkannya sama sekali, akan jauh menurunkan penularan Covid-19 ini. Dengan demikian wabah ini akan dengan mudah dapat kita atasi bersama,” jelasnya.

Imbauan terkait protokol kesehatan pun telah disampaikan ke masyarakat.

Disebutkan Whiko, saat ini gerakan tetap di rumah dengan meliburkan sekolah, menutup sementara pusat perbelanjaan dan tempat hiburan serta melaksanakan kegiatan ibadah di rumah telah terlihat di beberapa tempat, termasuk meniadakan kegiatan yang mengundang orang banyak seperti konser atau pesta.

Dampak Corona, Masyarakat yang Manfaatkan ATM Terus Bertambah

Khusus untuk warga yang hendak berbelanja makanan, kata Whiko, diminta untuk tidak makan di rumah makan tersebut.

Tetapi lebih baik dibungkus dan dimakan di rumah masing-masing.

Hal itu juga untuk menghindari terjadinya keramaian karena aktivitas makan minum di satu tempat tertentu, dengan jarak yang berpotensi berdekatan.

Penekanan juga disampaikan Whiko untuk aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Karena sampai saat ini, masyarakat baik pedagang maupun pembeli terus berjalan sebagaimana biasa.

Untuk itu diperlukan kedisiplinan serta kesadaran warga untuk menjaga jarak fisik lebih dari satu meter dalam transaksi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved