News Video
Seorang Warga Percutseituan Diduga Terpapar Covid-19, Camat : Sudah Dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik
Beredar video petugas melakukan evakuasi terhadap seorang yang diduga terpapar Covid-19.
Namun, Tim Medis COVID-19 Kota Padangsidimpuan mengatakan bahwa kondisi kesehatan PDP COVID-19 itu semakin buruk, sehingga akhirnya diputuskan dirujuk ke Medan.
Ibu Hamil PDP Covid-19 di RSUD Padangsidimpuan Keluhkan Pelayanan
Sebelumnya viral video ibu hamil Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di ruang isolasi RSUD Padangsidimpuan mengeluhkan pelayanan medis yang diterimanya.
Dalam kondisi tersengal-sengal, PDP Covid-19 yang masuk ruang isolasi RSUD Padangsidimpuan, Kamis (2/4/2020) malam melontarkan keluhannya via akun Facebook pribadinya
Dia juga menceritakan tentang kondisinya yang semakin memburuk, di mana napasnya semakin sesak dan minta segera dirujuk ke rumah sakit yang ada di Medan.
"Untuk Bapak Wali Kota Kota Padang Sidempuan tercinta, Bapak Irsan, tolong lah Pak kasih saya kesempatan.
Saya dirujuk ke Medan, di rumah sakit yang lebih layak lagi, daripada Rumah Sakit Umum Kota Padang Sidempuan ini.
Kasihan kandungan saya, fasilitas di sini juga kurang memadai," tulis pasien tersebut di akun Facebook, Jumat (3/4/2020) sekitar pukul 18.00.
Hingga pukul 22.00, postingan ini sudah dibagikan 267 kali.
Berselang beberapa menit kemudian, pasien melakukan siaran langsung atau live di akun Facebook miliknya.
Dalam siaran berdurasi 1 menit 41 detik itu, pasien kembali mengeluhkan pelayanan rumah sakit.
Misalnya, mengenai kondisi makanan dan pelayanan perawat yang harus menunggu lama apabila dibutuhkan.
"Ini ruangan rumah sakit yang tidak layak dipakai.
Minta minum saja, 2 jam kemudian baru datang.
Sesak..." ujar pasien dengan napas yang tersengal-sengal.
"Ini bagaimana mau makan, nasinya keras.
Orang yang sehat saja tidak bisa makan ini, apalagi yang sakit seperti saya," kata pasien yang hamil tersebut sambil menunjukkan makanan.
Dalam siaran langsung tersebut, pasien terus mengeluh napasnya sesak dan minta pertolongan.
"Ya allah...Tuhan...sesak...tolong..." ujar pasien tersebut di akhir siaran langsung Facebook.
Hingga pukul 22.00, video ini sudah dikomentari sekitar 1.700, dibagikan 1700 kali dan 39 ribu kali diputar.
Tanggapan rumah sakit
Melansir kompas.com, pihak RSUD Kota Padangsidimpuan Tetty Rumondang mengetahui adanya pasien yang mengeluh dan menyampaikan keluhan melalui live Facebook.
Namun, Tetty membantah segala hal yang dikeluhkan pasien, terutama tentang pelayanan yang diberikan kepada pasien.
"Saya pastikan apa yang disampaikan pasien, 75 persen tidak benar.
Itu ruangan yang digunakan pasien adalah ruangan VIP dan yang terbaik untuk kita jadikan isolasi," kata Tetty.
Begitu juga dengan kondisi makanan yang diberikan kepada pasien.
Tetty menyebut, kualitas makanan sama dengan yang diberikan kepada semua pasien yang ada.
"Pasien bilang nasinya keras, tapi itu semua yang diberikan kepada pasien dan tidak ada yang komplain.
Jadi semua pasien di sini mendapat perlakuan yang sama," ucap Tetty.
Soal kondisi kesehatan, Tetty menyebut pasien masih dalam keadaan stabil.
Pasien masih dapat berjalan dan menggunakan telepon seluler.
"Dia memang mengalami sesak napas dan dalam kondisi hamil.
Tapi masih bisa berjalan dan menggunakan HP," ujar Tetty.
Hingga Jumat malam, menurut Tetty, pihaknya sudah menangani dua pasien PDP Covid-19 dan dirawat di ruangan isolasi yang ada di RSUD Kota Padangsidimpuan.
"Sampai malam ini sudah ada dua orang," ujar Tetty.
Ternyata 5 Orang Positif Covid-19, Keluarga Warga Lampung yang Berkeliaran di Siantar
Gugus Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Pematangsiantar akhirnya melaporkan 4 dari 5 anggota keluarga SJS yang sempat berkeliaran di Kota Pematangsiantar positif Covid-19.
Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung Sekda Pematangsiantar, Sabtu (4/4/2020) siang.
Pagi tadi, tracking (pemeriksaan perjalanan) dilakukan terhadap keluarga serta pengambilan sampel lima orang anggota keluarga dari pasien positif Corona berinisial SJS yang diketahui sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya merupakan warga Lampung.
Petugas melakukan tracking terhadap seluruh keluarga dan kerabat yang kontak dengan SJS.
“Lima orang yang diambil sampelnya adalah istri dan anggota keluarga pasien positif Corona. Karena kelimanya masuk pada Kelompok Kontak Erat Risiko Tinggi,” terang Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Kusdianto didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Midian Sianturi, Kasatpol PP Robert Samosir, Kadis Kesehatan dr Ronald Saragih, dan Camat Siantar Marihat Robert Sitanggang di Jalan Farel Pasaribu Pematangsiantar, Sabtu (4/4/2020).
Kusdianto melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan menggunakan Rapid Test, dari 5 orang yang diambil sampelnya, terdapat 4 orang dinyatakan positif terpapar virus Corona.
“Sekarang empat orang ini akan menjalani isolasi diri di rumah. Hal itu sesuai UU No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Namun tetap dalam pengawasan petugas dari Dinas Kesehatan Pematangsiantar. Petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka setiap hari,” katanya.
Gugus Tugas juga telah melakukan penyemprotan ke rumah keluarga SJS dan jalan jalan sekitar kelurahan.
Dalam kesempatan itu Kusdianto berharap kepada masyarakat untuk bekerja sama membantu pemerintah dengan mengikuti program-program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.
Salah satunya, penerapan pola hidup bersih dan sehat.
“Bagaimana menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan, seperti sering-sering mencuci tangan, hindari berjabat tangan dan berpelukan, etika ketika bersin dan batuk, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” tuturnya.
(mft/tribun-medan.com)