Ramlan dan Ramli Yatim, Legenda PSMS yang Namanya Diabadikan Menjadi Jalan di Kota Medan

Publik sepak bola di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan saat ini mungkin tak banyak lagi yang mengetahui nama Ramli Yatim dan Ramlan Yatim.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / ist
Dua pesepakbola kakak-beradik yang pernah membela PSMS di era 50 an, Ramlan dan Ramli Yatim. 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Publik sepak bola di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan saat ini mungkin tak banyak lagi yang mengetahui nama Ramli Yatim dan Ramlan Yatim.

Kedua nama itu adalah sosok pesepakbola kakak-beradik yang pernah membela PSMS di era 50-an.

Ramli Yatim (1921) dan adalah kakak dari Ramlan Yatim (1922).

Sama seperti para legenda PSMS seperti Parlin Siagian, Nobon, Amrustian, Tumsila dan yang lainnya, Ramli dan Ramlan juga pernah berjaya di zamannya.

Seperti pemain hebat pada umumnya, saat masa jayanya, kedua kakak beradik itu sangat populer hingga kerap menjadi pusat perhatian publik.

Keahlian mengolah si kulit bundar membuat dua kakak beradik itu menjadi tulang punggung tim PSMS era 1950-an.

Ramli dan Ramlan turut berkontribusi membawa PSMS menjadi klub sepak bola yang disegani lawan di Tanah Air.

Bersama generasi PSMS era itu, skuat Ayam Kinantan sempat mendapatkan sebutan The Killers.

Keduanya juga merupakan penghuni skuat Timnas Indonesia pada era itu.

Seorang pengamat dan pemerhati PSMS, Indra Efendi Rangkuti mengatakan, keduanya pernah membela Timnas Indonesia di arena Olimpiade 1956, saat Australia jadi tuan rumah.

Kala itu, Ramli dan Ramlan membela Merah Putih bersama nama-nama seperti Rusli Ramang, Maulwi Saelan, dan lainnya.

"Keduanya pernah dipanggil Timnas. Tapi Ramlan berkarier lebih lama di Timnas dibanding Ramli yang berposisi sebagai playmaker," ujarnya, Senin (6/4/2020).

Di eranya, Ramli Yatim adalah pesepakbola yang terkenal dengan sundulan mautnya.

Dengan kepalanya, Ramli berhasil membawa Sumut juara PON III pada tahun 1953 di Medan. Saat itu Sumut merebut medali emas, setelah mempecundangi DKI Jakarta dengan skor 3-1.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved