Meditasi Coronavirus Diikuti 11 Provinsi, Sastrawan Sumut Gelar Baca Puisi Streaming di Facebook
Pgelaran ini dilakukan lantaran diawali dari kegelisahan para seniman yang harus berdiam diri di rumah tanpa adanya kegiatan di luar seperti biasa.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Berkarya tidak mengenal ruang dan batas.
Di tengah wabah Covid-19 yang membuat para seniman harus membatalkan pertunjukkannya, ada seorang sastrawan Sumut yang berinisiatif mengandalkan media sosial untuk menggelar pertunjukkan baca puisi dan monolog bertajuk Meditasi Coronavirus.
Inisiator Meditasi Coronavirus, Agus Susilo mengungkapkan bahwa pagelaran ini dilakukan lantaran diawali dari kegelisahan para seniman yang harus berdiam diri di rumah tanpa adanya kegiatan di luar seperti biasanya.
"Seniman ini seperti kami gelisah karena dirumahkan dan tidak dapat kemana-mana. Biasanya berkarya di luar namun tiba-tiba harus terhenti saat ini. Lalu kita punya inisiatif walau tubuh terkurung di rumah tapi kita tetap bisa berkarya dan menembus batas melalui pagelaran baca puisi secara streaming," ungkap Agus, Rabu (8/4/2020)
Pagelaran Meditasi Coronavirus sudah dilaksanakan mulai dari tanggal 1 hingga 10 April mendatang dengan menampilkan para sastrawan yang berasal dari 11 provinsi, diantaranya Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat Hingga Papua.
Agus menuturkan bahwa ia tidak menyangka akan mendapat banyak respons yang positif dari para sastrawan dan penonton yang menyaksikan pertunjukkan yang dilakukan secara livestreaming di Facebook.
"Kita manfaatkan media online untuk buat pagelaran. Waktu itu tidak mengira bisa melibatkan pegiat seni seluruh indonesia. Ternyata sambutannya baik, bahkan mereka meminta diperpanjang durasi pagelarannya. Di sini kita temukan kebahagiaan dengan kita ajak dari media online dan diikuti dari berbagai profesi seperti Kadis Pendidikan Binjai, Guru, Sastrawan dan lainnya," tutur Agus.
Agus menjelaskan bahwa untuk teknis baca puisi akan dilakukan secara bergantian sesuai dengan nomor urut yang telah diberikan sebelumnya.
'Kita kasih durasi dan urutan seperti kita di panggung dan ada yang memandu. Jadi modelnya siaran langsung di Facebook masing-masing. Kita kasih kode untuk durasi waktunya. Nanti setelah diberi kode kita beralih ke Facebook yang akan mendapat giliran baca puisi," jelasnya.
Pagelaran Meditasi Coronavirus saat ini sudah diikuti oleh 55 peserta dari berbagai provinsi, diantaranya ada Marina Novianti dari Sumatera Utara.
• Kumpulan Sarjana Hukum, Fordishum Bahas Penyebaran Virus Corona dari Sudut Pandang Hukum
Ia mengungkapkan rasa syukurnya bahwa kegiatan dari Meditasi Coronavirus mampu menjadi obat penawar rindu untuk tampil berkarya namun melalui media yang berbeda.
"Kegiatan Meditasi Coronavirus ini benar benar tepat sasaran dan tepat waktu. Ketika banyak pegiat sastra yang terhenti kegiatan sastranya, Pegiat sastra khususnya penyair, punya kepekaan sosial dan spiritual yang membuatnya prihatin akan keadaan sekarang akibat pandemi Covid -19. Dan cara terbaik untuk menyampaikan aspirasi dan doa adalah dengan cara ini yaitu dari rumah namun tetap menjangkau keluar," ungkap Marina.
Marina juga menuturkan bahwa alasan bergabung dalam pagelaran ini, karena ia ingin mengekspresikan suara hati dan mengapresiasi para pejuang Covid-19 yang saat ini menjadi garda terdepan untuk menghentikan penyebaran virus ini.
"Saya bergabung karena ada dorongan di hati untuk bersuara, menaikkan doa dan menyatakan sikap, baik secara pribadi maupun mewakili orang lain. Khususnya yang berada di garda depan pertarungan melawan Covid -19, yaitu para dokter, perawat, petugas keamanan dan polisi, petugas penanganan jenazah dan petugas pemakaman," kata Marina.
Pandemi Covid-19 menyebabkan ratusan bahkan ribuan pegiat seni di Indonesia khususnya di Sumatra Utara harus rela membatalkan semua event yang sudah terencana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/meditasi-corona.jpg)