News Video
Tim Covid-19 Binjai Kecolongan, Satu PDP Langkat Bebas Berkeliaran. 12 Tim Medis Terpaksa Diisolasi
Pasien PDP Corona ini pun telah menebar dampak bahaya ke orang lain setelah mendatangi RS Djoelham di Kota Binjai.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: M.Andimaz Kahfi
Tim Covid-19 Binjai Kecolongan, Satu PDP Langkat Bebas Berkeliaran. 12 Tim Medis Terpaksa Diisolasi
TRI BUN-MEDAN.com, BINJAI - Seorang warga Kabupaten Langkat berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 usai cek di RS Putri Bidadari Langkat.
Namun pasien tidak mau ikut aturan dirujuk ke Medan, malah dibiarkan bebas berkeliaran tanpa pendampingan.
Pasien PDP Corona ini pun telah menebar dampak bahaya ke orang lain setelah mendatangi RS Djoelham di Kota Binjai.
Sebanyak 12 orang tim medis RS Djoelham Binjai akhirnya terpaksa dilakukan upaya pencegahan dengan isolasi secara mandiri, Rabu (8/4/2020).
Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Binjai, Ahmad Yani sangat menyangkan kejadian ini.
Pasalnya pasien PDP Corona di Langkat terkesan dibiarkan tanpa pendampingan oleh tim medis Pemkab Langkat sehingga membahayakan keamanan kesehatan Kota Binjai.
"Kenapa dia bisa tanpa pendampingan? Informasi yang kami terima pasien tersebut sudah dinyatakan PDP di RS Putri Bidadari," kata Ahmad Yani di posko penanggulangan bencana Covid-19 Binjai di Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Binjai.
"Tapi entah cemana si pasien gak mau dirujuk ke RS Adam Malik di Medan. Kami heran kenapa dia bisa lepas begitu (tak sesuai penanganan SOP Covid-19)," sambungnya.
Lebih lanjut, Ahmad Yani menuturkan bahwa pasien sempat pulang ke tempat saudara, terus dia datang sama keluarganya ke RS Djoelham naik kendaraan pribadi.
"Sekarang 12 tenaga medis kami yang diisolasi. PDP memang belum tentu positif tapi gejala sudah ada di dia semua, demam, batuk," beber Ahmad Yani.
Kejadian dugaan lalainya tim medis dan Pemkab Langkat ini benar-benar sangat disayangkan.
Pasalnya, selama ini Tim Covid-19 Binjai dengan TNI- Polri juga sedang berjuang melawan pencegahan marabahaya Covid-19.
"Kami berharap pemerintah saling koordinasi lah, jangan membahayakan, kalau gak mau dia (pasien) dirujuk ya harus dipaksa pun itu. Dan pasien tersebut wajib harus didampingi. Jangan karena satu orang kita semua bisa terpapar, makanya masyarakat harus memahami ini," tukasnya.
Lebih lanjut, dikatakan Ahmad Yani, Pihak RS Djoelham Binjai sudah berkoordinasi dengan Dinkes Pemkab Langkat untuk melihat riwayat pasien PDP Corona ini.