Air PDAM Mati Total Lebih dari Sepekan, Warga Terpaksa Mandi di Pencucian Kendaraan
Masyarakat yang tinggal di seputar Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, kembali mengeluhkan tentang tersendatnya pasokan air dari PDAM Tirta Malem
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tri bun-Medan/Muhammad Nasrul
TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Masyarakat yang tinggal di seputar Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, kembali mengeluhkan tentang tersendatnya pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem.
Menurut informasi, air mulai tidak lancar selama lebih dari sepekan terakhir ini.
Menurut informasi dari Febry Girsang, warga Jalan Katepul, Kelurahan Gung Leto, Kecamatan Kabanjahe, pasokan air yang masuk ke kawasan rumahnya sepekan terakhir ini mati total.
IA mengungkapkan, jika dilihat pekan-pekan sebelumnya aliran air juga memang tidak cukup lancar.
"Sudah seminggu lewat dua hari inilah air mati total, sebelumnya pun memang air enggak lancar kali. Udah gitu enggak bersih airnya," ujar Febry, saat ditemui di Jalan Katepul, Jumat (10/4/2020).
Febry mengaku, menurut sepengetahuannya memang hampir di seluruh Kecamatan Kabanjahe air tidak mengalir lancar setiap harinya.
Ia mengatakan, dalam satu minggu air hanya mengalir dua atau tiga hari saja. Tak hanya itu, debit air yang mengalir juga dapat dikatakan tidak terlampau deras.
"Ada juga kawan saya di kelurahan lainnya dia bilang di sana sudah hampir dua minggu lebih. Biasanya pun kalau masuk air, harus dibantu disedot pakai mesin pompa air, kalau enggak disedot enggak mau naik airnya," ungkapnya.
Febry mengaku, akibat dari kembali mandeknya air di perumahannya dirinya sangat kesusahan untuk urusan kamar mandi. Tak hanya untuk mencuci, maupun masak, bahkan untuk sekadar membersihkan diri saja mereka merasa kewalahan.
Akibat tak ada pasokan air dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, ia terpaksa membeli air setiap hari dari pedagang air keliling.
Ia mengatakan, ternyata cara ini bukan menjadi pilihan utama bagi mereka. Pasalnya, tak jarang mereka juga harus menunggu lama.
"Ya terpaksa kami beli air dari pedagang keliling bang, tapi itupun harus sabar-sabarlah. Karena kan banyak yang beli air, jadi harus gantian kita, kadang lupa yang jual air nganter ke kita," ucapnya.
Ia mengungkapkan, jika memang air sudah sangat sulit didapat, mereka terpaksa harus mencari pilihan lain. Dirinya mengaku, salah satu cara untuk dapat sekedar mandi, dirinya terpaksa kadang harus ke kamar mandi umum. Bahkan, tak jarang mereka mencari cara sekalian mencuci kendaraannya sambil dapat menumpang mandi ke tempat pencucian kendaraan.
"Ada juga kadang ke tempat cuci kendaraan kami bang, sekalian numpang mandi karena enggak ada air di rumah. Kalau gini cemana mau jaga kebersihan, airpun enggak ada," katanya sembari tertawa kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/air-dpdam-mati-toal-di-karo.jpg)