Kesehatan

COVID-19- Serangan Jantung Akibat Virus Corona, Ini Penjelasan Dokter

Covid-19 umumnya menyerang saluran organ pernapasan. Tapi apakah ada kaitannya Covid-19 dengan serangan ke Jantung?

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Alodokter
ilustrasi/Serangan Jantung 

Jika otot jantung meradang dan rusak oleh virus, maka jantung tidak berfungsi.

Baca juga: Kenali Skinny Fat, Tubuh Kurus dengan Tingkat Lemak Tinggi yang Berpotensi Serangan Jantung

Virus menyerang secara tidak langsung

Virus juga bisa menyerang secara tidak langsung. Michos menjelaskan Covid-19 bisa saja tidak menyerang jantung, tapi menyerang sistem kekebalan pasien.

Skenario ini telah terjadi pada beberapa pasien dengan gejala parah yang memiliki penanda inflamasi tinggi atau protein penanda tingkat peradangan yang tinggi dalam tubuh.

Jika itu yang terjadi maka disebut badai sitokin. Badai itu merusak organ di seluruh tubuh, termasuk jantung dan hati.

Tidak jelas mengapa beberapa orang memiliki respons yang lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya, tetapi beberapa orang mungkin secara genetik rentan terhadapnya

Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, berisiko terkena Covid-19 lebih parah daripada lainnya.

"Bisa dibayangkan, jika jantung mereka sudah kesulitan bekerja, mereka tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan ini. Karena tidak memiliki cukup oksigen dan paru-paru mereka tidak berfungsi juga," kata Michos.

Dilarang Glenn Fredly, Rahasia tentang Penyakit Glenn Akhirnya Dibocorkan Tompi, Ternyata . . .

Perawatan dan komplikasi

 Kerusakan jantung bisa dideteksi menggunakan tes darah untuk protein yang disebut troponin.

Ketika sel-sel jantung terluka, mereka membocorkan troponin ke dalam aliran darah.

Jika virus menyerang jantung secara langsung, pasien mungkin memerlukan obat antivirus.

Jika bukan sistem kekebalan yang menyebabkan kerusakan jantung, pasien mungkin memerlukan obat imunosupresan.

Saat ini tidak ada pengobatan langsung yang menargetkan Covid-19.

Sebagian besar pengobatan saat ini melibatkan perawatan suportif seperti menyediakan lebih banyak oksigen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved