Klinik Nikah Medan, Komunitas Bagi Muda Mudi yang Ingin Belajar Ilmu Berumah Tangga

Klinik ini berdiri dilatarbelakangi dengan tingginya angka perceraian di Indonesia dan minimnya ilmu berumah tangga.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI kegiatan Komunitas Klinik Nikah Medan saat mengikuti kajian akbar beberapa waktu lalu. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pernikahan bagi setiap orang merupakan sebuah momen sakral untuk melanjutkan sebuah hubungan ke jenjang yang serius.

Melihat hal tersebut, Akhirnya dibentuk komunitas yang khusus menaungi para muda mudi untuk menambah ilmu mengenai pernikahan.

Komunitas Klinik Nikah (Klik) Medan didirikan oleh Isnan Nisa Nasution pada November 2015.

Klinik Nikah berpusat di Jawa Timur pada Februari 2014 oleh Ustaz Yossi Almuzani.

Ketua Klik Medan, Juliardi Rahmad Syahputra mengungkapkan bahwa klinik ini berdiri dilatarbelakangi dengan tingginya angka perceraian di Indonesia dan minimnya ilmu berumah tangga.

"Klik ini hadir karena tingginya angka perceraian di Indonesia dan minimnya pengetahuan masyarakat yang sudah menikah tentang membina rumah tangga yang baik secara Islami," ujar Juliardi, Senin (13/4/2020).

Juliardi menjelaskan bahwa komunitas ini memegang visi dan misi untuk terus berkembang.

"Kita punya visi yaitu menjadi figur keluarga yang dakwah. Setelah itu untuk misi kita dengan membuat kuliah intensif pra dan pasca menikah dan kajian-kajian mengenai pernikahan," tuturnya.

Kegiatan rutinitas dari Klik Medan sendiri rutin membuat kajian rutin akbar di masjid.

Kalina Ocktaranny Beberkan Alasan Menikah di Tengah Pandemi Corona, Ingin Hindari Fitnah

"Untuk mewadahi para pemuda kita ada membuat kajian rutin akbar yang diadakan sebelum mulainya chapter perkuliahan, biasa diadakan di masjid Al Jihad dan masjid yang lain, selain itu kita juga ada kajian rutin pertengahan chapter kelas," ujar Juliardi.

Saat ini Klik medan beranggotakan 40 pengurus.

Selain melakukan pelatihan dalam pernikahan, Klik Medan juga bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama dalam hal administrasi.

"Setiap alumni dari Klik Medan akan mendapat sertifikat yang bekerjasama dengan KUA. Dan di sertifikat itu kita ada tanda tangan dari KUA. Jadi Fungsinya dari sertifikat itu ketika kita nanti sebelum menikah ketika tunjukkan sertifikat, tidak perlu diberi bimbingan dari penghulu, hanya sekedar saja dengan adanya bukti dari sertifikat tersebut," jelasnya.

Juliardi juga menuturkan bahwa Klik Medan kedepannya berencana untuk bekerjasama dengan pemerintah terkait dengan kebijakan pernikahan harus menyertakan sertifikat dalam mengikuti kelas ilmu pernikahan.

Diantara anggota yang lain, ada Dina Hayati yang bergabung di tahun 2017.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved