Ahli Ungkap Penyebaran Virus Corona Dua Kali Lebih Cepat dari yang Diperkirakan Sebelumnya
Temuan ini dapat membantu para ahli kesehatan masyarakat untuk memperbaiki strategi penahanan dan vaksinasi mereka.
Ahli Ungkap Penyebaran Virus Corona Dua Kali Lebih Cepat dari yang Diperkirakan Sebelumnya
TRIBUN-MEDAN.com - Penyebaran infeksi virus corona secara global terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus virus corona atau Covid-19 telah mencapai 1.991.275 kasus hingga Rabu (15/4/2020) pagi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 467.074 pasien telah dinyatakan sembuh.
Namun jumlah korban jiwa akibat virus yang pertama kali disebut menyebar di Wuhan tersebut telah mencapai 125.951.
Sebuah studi baru menunjukkan bahwa virus corona bisa dua kali lebih menular dari yang diperkirakan sebelumnya saat menyebar pertama kali muncul di Wuhan, China.
Para epidemiolog sebelumnya memperkirakan bahwa setiap orang dengan Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru ini, rata-rata menginfeksi dua hingga tiga orang, berdasarkan kasus awal di kota Wuhan.
Namun para peneliti di Amerika Serikat mengatakan bahwa kekacauan di Wuhan ketika infeksi di sana meningkat pada awal tahun ini mungkin telah menghasilkan data yang tidak lengkap dan gambaran yang menyimpang.
• Suasana Mencekam di Depan Bank Syariah Mandiri setelah Polisi Ditembak 2 Pengendara Motor
• Tanggulangi Covid-19, Telkomsel Galang Donasi Lewat Telkomsel POIN
Dilansir dari South China Morning Post, perkiraan baru oleh Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico adalah bahwa mereka yang membawa virus corona di Wuhan menyebarkannya kepada rata-rata 5,7 manusia.
Temuan ini dapat membantu para ahli kesehatan masyarakat untuk memperbaiki strategi penahanan dan vaksinasi mereka.
Dalam studi mereka, yang diterbitkan minggu lalu dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, para peneliti yang dipimpin oleh Steven Sanche dan Lin Yen-ting, menulis bahwa tidak tersedianya reagen diagnostik pada awal wabah, perubahan intensitas pengawasan dan definisi kasus, dan pasien yang membanjiri sistem perawatan mengacaukan perkiraan pertumbuhan wabah.
Penelitian Los Alamos menganalisis sekitar 140 pasien awal di luar provinsi Hubei, di mana Wuhan adalah ibu kotanya, untuk memproyeksikan seberapa intens virus corona menyebar dari Wuhan.
Sebagian besar kasus awal di provinsi lain memiliki hubungan epidemiologis atau paparan ke Wuhan.
• ADUH! Kata Polisi Angka Pencurian Tinggi Selama PSBB, Apa karena Yasonna Lepaskan Tahanan di Lapas?
• Mabes TNI Digempur Virus Corona, 55 Orang Positif Terjangkit Covid-19, Meninggal 15 Orang
"Pada saat kasus dikonfirmasi di provinsi di luar Hubei, semua provinsi di China memiliki akses ke alat diagnostik dan terlibat dalam pengawasan aktif para pelancong di Wuhan," kata para peneliti.
“Sistem perawatan kesehatan di luar Hubei belum kewalahan dengan kasus dan secara aktif mencari kasus positif pertama mereka, yang mengarah ke bias yang jauh lebih rendah dalam pelaporan,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tipe-virus-corona3.jpg)