Suami dari Perawat yang Berjuang demi Pasien Covid tapi Jenazahnya Ditolak, Rasanya Getir dan Pahit
Joko mengungkapkan rasa sakit hatinya melihat istrinya yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan
Berkaca dari kejadian malang yang menimpa istrinya, Joko menyuarakan harapannya lewat acara tersebut.
Pada acara malam itu juga hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Joko lalu mengungkapkan apa yang diinginkan olehnya.
Ia ingin agar peristiwa penolakan jenazah cukup berakhir pada penolakan istrinya tersebut.
"Mudah-mudahan ini yang terakhir, yang terjadi pada istri saya," kata Joko.
Mengenang kembali penolakan tersebut, Joko mengungkapkan rasa sakit hatinya melihat istrinya yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan, namun masih mendapat penolakan dari warga sekitar.
"Karena memang benar rasanya pahit, rasanya getir melihat penolakan seperti itu," ucap Joko.
Joko kemudian lanjut mengungkapkan harapannya terkait nasib anak-anaknya.
Ia ingin agar ke depannya nanti anak-anaknya tidak dikucilkan karena peristiwa penolakan jenazah tersebut.
"Yang kedua saya berharap di kemudian hari, anak-anak kami juga intinya tidak diisolasikan oleh penduduk lagi," ucap Joko.
"Artinya, anak-anak ini masih kecil, nanti ketika dia masuk sekolah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dikucilkan oleh teman-temannya."
"Kemudian, mudah-mudahan anak-anak saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik tanpa Ibu disampingnya," tambahnya.
Narasumber acara Mata Najwa yang lain, yakni Ganjar, dan Ketua IDI menyimak serius setiap ungkapan perasaan, dan harapan yang disampaikan oleh Joko.
Video Viral Warga Tolak Jenazah Perawat