News Video

Bupati Dairi Eddy Berutu Minta Warganya tak Mudik: Sayangi Keluargamu di Desa

Bupati Dairi, Eddy Berutu, meminta tolong kepada seluruh warga Dairi di perantauan untuk tidak pulang kampung selama masa pandemi Covid-19 ini

TRI BUN-MEDAN.COM - Bupati Dairi, Eddy Berutu, meminta tolong kepada seluruh warga Dairi di perantauan untuk tidak pulang kampung  selama masa pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, fasilitas kesehatan di kota besar jauh lebih baik dan lengkap daripada di Kabupaten Dairi

"Jangan mudik! Tetap di kota masing-masing, tenang, santai, dengarkan arahan dari pemerintah setempat," ujar Eddy Berutu di Rumah Dinas Bupati Dairi, Rabu (22/4/2020).

Eddy mengaku mengerti akan kondisi yang dialami para anak muda Dairi yang berada di perantauan.

Namun, karena situasi pandemi Covid-19, pemerintah melarang mudik sebagai langkah preventif penularan virus Corona.

"Untuk kali ini, tahanlah. Sayangi keluargamu yang ada di desa. Kalian adalah andalan kami, aset Kabupaten Dairi. Kami sayang kalian. Di kota besar, kalian mendapat pelayanan yang baik. Untuk itu, tetap lah di sana. Ikuti arahan pemerintah setempat. Diam di rumah, pakai masker kalau ke luar dan hindari kerumunan," tutur Eddy Berutu.

Ketika disinggung, Eddy mengaku, belum memikirkan cara mengurus perantau muda yang tak bisa dapat bansos dari pemerintah daerah perantauan.

Padahal, para anak rantau ini bisa saja bersikeras pulang kampung jika di rantau mereka kehabisan uang lalu kelaparan.

Eddy mengatakan, prioritas mereka saat ini adalah mengurus warga Dairi yang tinggal di Dairi.

"Kami sedang mem-verifikasi faktual seluruh masyarakat Dairi yang kesulitan ekonomi dampak pandemi Covid-19. Prioritas kita adalah masyarakat yang ada di Kabupaten Dairi. Mohon izin, itu dulu kami tangani. Nanti pada waktunya, kami akan memikirkan saudara-saudara dan anak-anak kita di perantauan," ujar Eddy.

Soal opsi membatasi masuknya moda transportasi umum ke Dairi, juga belum dipikirkan, karena menurut Eddy hal itu berpotensi membuat perekonomian lumpuh.

"Kita menunggu kebijakan dari (pemerintah) kota di mana mereka berangkat. Untuk di sini, kita paham bahwa ada saja kebutuhan masyarakat yang tidak bisa ditolak. Mereka harus keluar dan menggunakan transportasi (umum). Asal social and physical distancing diterapkan, ekonomi tetap berputar," pungkas Eddy.

Hari itu, Rabu (22/4/2020), Pemkab Dairi menerima bantuan seperangkat Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan wabah Corona dari perusahaan keluarga Bakrie, empunya perusahaan tambang timah hitam dan seng PT Dairi Prima Mineral.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved