Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Bukit Hijau Medan Gelar Kampanye Hemat Energi Bersama
Sekolah Alam Bukit Hijau mengaplikasikan peduli bumi dengan menerapkan tema alam dan bumi dalam seluruh aspek mata pelajaran.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bertepatan pada tanggal 22 April yang diperingati sebagai Hari Bumi ini, Sekolah Alam Bukit Hijau mengadakan kegiatan kampanye terhadap lingkungan bertajuk 'Hemat Energi Bersama', Rabu (22/4/2020).
Dalam kampanye tersebut, sekolah ini membuat kampanye mematikan listrik yang dimulai pada pukul 13.30 hingga 14.15 WIB dengan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap alam maupun lingkungan.
Kepala Sekolah Alam Bukit Hijau, Karlina Patricia Situmorang mengungkapkan bahwa awalnya sekolah akan mengadakan festival hari bumi dengan kampanye langsung, namun harus dibatalkan akibat mewabahnya virus Corona ini.
"Kebetulan sekarang inikan lagi berkegiatan di rumah. Sebenarnya kampanye hari bumi ini kita ingin turun langsung mau ke sungai Deli untuk nanam pohon. Cuman karena semua kegiatan kita alihkan di rumah, jadi yang bisa dikerjakan di rumah seperti hemat energi. Pihak yang terlibat itu guru, murid, dan masyarakat dengan kita sosialisasikan melalui sosial media," ungkap Karlina, Rabu (22/4/2020).
Lina menjelaskan bahwa banyak hal positif yang didapatkan dengan ikut kampanye mematikan listrik selama 45 menit ini.
"Dampaknya lebih ke kita ya, jadi kita dengan menghemat listrik, ada berapa watt listrik yang bisa kita hemat dalam satu hari ini. Dan terkadang pukul 13.30-14.15 ini bukan jam yang urgent tapi kadang orang sepele seperti rice cooker selalu dipasang, kulkas yang selalu hidup. Mungkin istirahat kulkasnya itu hari ini. Dengan memadamkan listrik, kita bisa ikut berpartisipasi untuk menghemat energi," jelasnya.
Sekolah Alam Bukit Hijau juga mengaplikasikan peduli bumi dengan menerapkan tema alam dan bumi dalam seluruh aspek mata pelajaran pada hari ini.
Lina juga menjelaskan bahwa dalam pelajaran olahraga, sekolah juga mengajak siswa untuk lebih dekat ke alam dengan sistem penghayatan alam.
"Hari ini kegiatannya juga ada berkaitan terhadap alam. Mereka kan belajar dari rumah. Kegiatan belajar hari ini tentang alam. Mereka hari ini olahraganya sambil menghayati lingkungannya. Misalnya tadi pagi kita ada pemanasan dan pendinginan seperti menghirup udara yang benar-benar menyerap energi dari alam seperti di pekarangan rumah," tutur Lina.
Sekolah yang berbasis terhadap lingkungan ini juga mengadakan project tanam satu pohon bagi masing-masing siswa sejak diberlakukannnya penerapan belajar di rumah.
• AKSI Cuci Parit Busuk dengan Cairan Eco Enzyme, REEI Ajak Masyarakat Maknai Hari Bumi
Lina mengatakan bahwa di peringatan hari bumi ini, masing-masing anak memberikan laporan terhadap perkembangan tanaman yang mereka tanam.
"Selain kita memang ada praktik langsung, kita ada program setiap anak menanam satu pohon. Jadi hari ini mereka memberi laporan mengenai perkembangan tanaman. Ada yang dalam bentuk video, foto berkala, ataupun tertulis. Jadi kegiatan hari ini tetap berkaitan dengan lingkungan," kata Lina.
Senada dengan Lina, Endang Asmara Sipahutar selaku guru juga menyambut baik terhadap kegiatan ini.
Ia menuturkan bahwa kegiatan ini mengajarkan anak untuk velajar bagaimana menghemat energi dengan baik.
"Kita ingin mengajarkan kepada anak didik sejak dini mulai dari usia Paud hingga SD bahwa sangatlah penting untuk menghemat listrik. Penjelasan yang gampang seperti listrik adalah sumber daya yang akan habis suatu waktu. Kita tidak boleh boros menggunakannya, seperti padamkan lampu pada siang hari, tidak menonton tv pada jam tertentu dengan menyarankan anak-anak istirahat tidur siang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hari-bumi-sekolah-alam.jpg)