Virus Corona

Pasien Covid-19 Koma 30 Hari, Sembuh Berkat Penemuan Israel dan Rela jadi Percobaan Obat Baru

"Virus ini 100 kali lebih kuat dari flu biasa. Virus ini langsung masuk ke paru-paru Anda, dan tidak melepaskannya, dan menghancurkan semuanya.''

Editor: Tariden Turnip
CBS NY
Pasien Covid-19 Koma 30 Hari, Sembuh Berkat Penemuan Israel dan Rela jadi Percobaan Obat Baru . Pasien virus di RS New York terpaksa ditaruh di koridor karena sudah over kapasitas 

Inilah testimoni Presiden United Hatzalah, Eli Beer berjuang melawan Covid-19 saat berada di Amerika Serikat.

Eli Beer adalah pemimpin organisasi nirlaba United Hatzalah yang sepenuhnya dijalankan oleh relawan. Tidak terkait dengan pemerintah Israel dan relawannya tidak hanya Jahudi, tapi juga Kristen dan Muslim.

Eli Beer dua kali koma dan tidak sadar selama 30 hari selama dirawat di Rumah Sakit Universitas Miami sekitar enam minggu. 

"Malaikat mengawasi saya," kata Presiden United Hatzalah, Eli Beer dengan suara serak kepada The Jerusalem Post pada hari Rabu (22/4/2020). 

Dia batuk.

"Aku masih lemah - sangat, sangat lemah."

Beer tiba di Israel pada Selasa  (21/4/2020) sore setelah pulih dari Covid-19, saat dalam perjalanan menggalang dana di luar negeri.

Beer dirawat di Rumah Sakit Universitas Miami sekitar enam minggu.

Sebagian besar waktu perawatan ini dijalani dalam kondisi koma dan diintubasi.

“Virus ini bukan virus biasa,” katanya.

“Itu terlalu agresif. Virus ini dapat membunuh siapa saja. "

Tetapi Beer, yang membantu menemukan layanan medis darurat terbesar kedua di negara itu, selamat.

Eli Beer tiba di Israel setelah berjuang melawan Covid-19 saat berada di Amerika Serikat
Eli Beer tiba di Israel setelah berjuang melawan Covid-19 saat berada di Amerika Serikat (jerusalem post)

Beer telah meninggalkan Israel sebelum ancaman virus corona dipahami, katanya kepada Jerusalem Post.

Dia melakukan perjalanan ke California, India dan Washington mengikuti konferensi tahunan kebijakan American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) dan kemudian ke New York, sebelum pergi ke Miami untuk Hari Raya Purim (Hari Raya Umat Yahudi).

Panitia AIPAC sudah memasang imbauan menjaga jarak, tidak memeluk atau mencium.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved