Ramadhan 2020

Ini Rahasia-rahasia Yang Tersimpan Dalam Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadan

Imam Ghazali dalam bukunya yang berjudul Ihya Ulum al-Din (Kebangkitan Ilmu Agama) membahas tentang rahasia-rahasia dalam puasa

Editor: Ayu Prasandi
youtube
Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1441 H, Ini Tips Agar Tubuh Tidak Kaget Saat Menjalani Puasa Pertama. 

Ini Rahasia-rahasia Yang Tersimpan Dalam Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadan

TRIBUN-MEDAN.com- Berpuasa seperti menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan memiliki banyak manfaat.

Imam Ghazali dalam bukunya yang berjudul Ihya Ulum al-Din (Kebangkitan Ilmu Agama) membahas tentang rahasia-rahasia dalam puasa, berikut ini adalah rahasia-rahasia yang dimaksud oleh beliau:

Begini Cara Sedekah yang Baik di Bulan Ramadan saat Covid-19 Menurut Ustaz Abdul Somad

Bahwa ada tiga tingkatan dalam berpuasa:

1. Puasa umat Muslim pada umumnya. Ini untuk menahan diri dari makan, minum, dan dari gairah seksual. Ini adalah jenis terendah dari puasa.

2. Puasa dari beberapa Muslim terpilih. Dalam puasa jenis ini, selain hal-hal di atas, seseorang harus menahan dirinya dari dosa-dosa yang dilakukan tangan, kaki, penglihatan, dan anggota tubuh lainnya.

3. Puasa tingkat tertinggi. Orang-orang ini menjaga puasa pada pikiran. Dengan kata lain, mereka tidak memikirkan hal lain kecuali Allah dan akhirat.

Ini Triknya Agar Tetap Sehat Selama Puasa, Salah Satunya Hindari Berbuka dengan Gorengan

Mereka hanya memikirkan dunia dengan tujuan akhirat karena itu adalah tanah benih untuk masa depan.

Seorang bijak berkata: Satu dosa tertulis dibuat dan dipersiapkan hanya untuk membatalkan usaha puasa seseorang pada siang hari.

Golongan orang tertinggi ini adalah para Nabi dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Puasa semacam ini dapat dilakukan setelah seseorang mengorbankan diri dan pikirannya sepenuhnya kepada Allah.

Puasa dari orang shaleh yang terpilih bertumpu pada enam tugas agar mencapai kesempurnaan:

1. Untuk menahan pandangan mata dari apa yang buruk dan dari hal-hal yang mengalihkan perhatian akan ingatan kepada Allah. Nabi berkata: Penglihatan mata adalah panah beracun dari panah iblis. Jika seseorang menyerah, Allah memberinya keyakinan seperti itu sebagaimana dirasakan oleh pikirannya.

2. Untuk menahan lidah dari pembicaraan yang tidak berguna, berbohong, menjelek-jelekan orang, memfitnah, berbicara kasar, kecabulan, kemunafikan dan permusuhan, untuk mempraktekan keheningan dan untuk menjaga lidah sibuk dengan berdzikir dan membaca Alquran.

3. Untuk menahan telinga dari mendengar pembicaraan yang buruk, karena apa yang haram untuk diucapkan juga haram untuk didengar. Untuk alasan ini, Allah menempatkan pemakan makanan yang haram dan pendengar kata-kata yang haram berada pada tingkat yang sama. Nabi juga berkata: Orang yang menjelek-jelekan dan orang yang mendengarkannya dosanya sama.

Ini Tiga Minuman Segar yang Cocok untuk Berbuka Puasa, Berikut Cara Pembuatannya yang Simpel

4. Untuk menyelamatkan tangan, kaki, dan organ lainnya dari dosa, dari perbuatan jahat dan untuk menyelamatkan perut dari hal-hal yang meragukan pada saat berbuka puasa. Tidak ada maknanya jika berpuasa dari makanan halal namun berbuka dengan makanan haram. Dia seperti orang yang menghancurkan satu kota untuk membangun sebuah bangunan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved