Akibat Corona, Pegiat Wisata di Berastagi Andalkan Sektor Pertanian Bahkan Ada yang Menganggur
Semakin minimnya wisatawan yang datang ke Karo, khususnya di Berastagi, tentunya membawa dampak menurunnya pendapatan para pegiat wisata.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Beberapa bulan terakhir pasca merebaknya penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, membawa dampak buruk bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Pasalnya, akibat semakin meluasnya penyebaran virus Corona pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang melibatkan orang banyak.
Salah satu kegiatan yang melibatkan orang banyak adalah aktivitas dalam sektor pariwisata.
Salah satu wilayah di Sumatera Utara yang mengandalkan sektor perekonomiannya dari pariwisata, ialah Kabupaten Karo.
Untuk itu, dengan semakin minimnya wisatawan yang datang ke objek-objek wisata di Kabupaten Karo, khususnya di Berastagi, tentunya membawa dampak menurunnya pendapatan para pegiat wisata.
Baik pegiat yang menjajakan pernak-pernik buah tangan, hingga penggiat yang menyediakan jasa ikut terdampak kurangnya pendapatan yang biasanya selalu mereka raup setiap hari libur.
Amatan www.tri bun-medan.com, suasana di pasar buah Berastagi terlihat sangat sepi dari kunjungan wisatawan.
Padahal, biasanya setiap musim libur kawasan ini selalu dipadati oleh wisatawan dan sangat terasa hiruk pikuk aktivitas pariwisata di pusat Berastagi ini.
Salah satu penggiat wisata di Berastagi Asmawati br Tarigan, mengungkapkan saat ini memang dirinya susah sangat merasakan minimnya pengunjung yang datang ke Berastagi. Dirinya mengatakan, kondisi ini sudah mereka rasakan sejak beberapa bulan terakhir, tepatnya saat penyebaran virus corona sudah melanda Sumatera Utara.
"Adalah lewat satu bulan mulai terasa itu, tapi memang yang sangat terasa turun drastis pengunjung itu sejak dua minggu terakhir ini," ujar Asmawati, saat ditemui di lokasi Pasar Buah, Berastagi, Minggu (26/4/2020).
Asmawati mengungkapkan, sejak semakin merebaknya kabar penyebaran virus corona ini tentunya sangat berbanding lurus dengan penurunan pendapatan mereka dari wisatawan.
Dirinya menyebutkan, hingga saat ini dirinya melihat penurunan omset pembelian barang dagangannya sekitar 70 persen lebih.
"Sudah jauh sekali sekarang turunnya, sudah lebih 70 persen lah turunnya. Kaya kami ini yang punya anak masih sekolah, susah juga. Biasanya kalau masih sebelum corona ini, masih bisalah sikit-sikit tambahan dari kios kita, ini sekarang sama sekali enggak ada," ucapnya.
Saat ditanya mengenai bagaimana cara mensiasati agar perekonomiannya tetap berjalan, wanita berkacamata itu mengatakan dirinya bersama keluarganya saat ini hanya mengandalkan dari sektor pertanian.
Dikatakannya, saat ini keberlangsungan ekonomi keluarnya hanya bergantung dari kebun jeruk yang dimilikinya.
• Seorang Warga Karo Positif Covid 19, Pasien Sakit di Berastagi setelah Pulang dari Surabaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar-buah-berastagi-1.jpg)