Breaking News:

Ramadhan 2020

Empat Tahun Jalani Ramadan di Strasbourg, Hydra Oliviani Rindu Suara Azan dan Takjil

Ramadan di Indonesia memiliki tradisi seperti bazar Ramadan ataupun kuliner berbuka yang dapat ditemukan di sepanjang jalan.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI kegiatan sahur hari kedua oleh Hydra Oliviani di kota Strasbourg, Prancis. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjalani bulan Ramadan jauh dari keluarga di negeri orang pasti ada rasa kerinduan saat berada di kampung halaman.

Hal ini yang dirasakan oleh Hydra Oliviani yang sudah menginjak tahun keempat menjalani bulan Ramadan di Strasbourg, Prancis.

Strasbourg yang terletak di Prancis bagian timur ini sendiri memiliki penduduk muslim yang dapat dibilang minoritas.

Hydra menuturkan bahwa tinggal di negara minoritas tentu akan mendapat tantang baru dari segi lingkungan, suasana, dan durasi waktu selama bulan Ramadan yang membuatnya butuh waktu adaptasi. Ia juga mengungkapkan rindu berburu kuliner takjil ataupun panganan berbuka puasa lainnya.

"Suasana Ramadan disini berbeda, dimana kita jarang menemukan pedagang kaki lima yang sangatlah biasa di Indonesia, sebutlah pedagang takjil yang sangat dirindukan. Untuk suara azan, panggilan berbuka, dan juga imsak mulai asing ditelinga kita, karena hal tersebut termasuk mengganggu kenyamanan di sini," ungkap Hydra, Minggu (26/4/2020).

Hydra saat ini berstatus sebagai mahasiswa di fakultas Art visuelle bidang art-design, design d'espace di University of Strasbourg. Selama empat tahun berkuliah, ia rutin pulang ke Indonesia tiap dua tahun sekali.

Jalani bulan Ramadan di negeri orang, tentu akan merasakan hal-hal baru seperti sajian hidangan berbuka puasa.

Hydra mengungkapkan bahwa saat berbuka wajib ada hidangan takjil. Ia menuturkan bahwa ada tradisi masyarakat Prancis dalam hal berbuka puasa.

"Setiap berbuka puasa harus ada takjilnya kalau saya, sama dengan “Entrée” bisa kita panggil dalam bahasa Prancisnya atau hidangan pembuka. Kalau disini kan kita mengonsumsi makanan manis sebagai hidangan penutup, berbeda dengan di Indonesia yang makan takjil atau dessert diawal, jadi terbalik tapi itulah tradisi yang bervariasi," terangnya.

Ramadan kali ini, Hydra menjalani puasa di saat musim semi dengan durasi puasa selama 16 jam dimulai dari pukul 5.05 hingga pukul 20.40.

Halaman
1234
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved