PON 2020 Diundur, KONI Sumut Masih Mengkaji Ulang Jadwal

Terkait pengunduran jadwal tersebut, akan berbenturan dengan SEA Games yang akan dilakukan pada November 2021.

TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
KETUA Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengunduran pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua membuat KONI Sumut akan melakukan pengkajian ulang mengingat PON Papua akan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, terkait pengunduran jadwal tersebut,  akan berbenturan dengan SEA Games yang akan dilakukan pada November 2021.

Hal itulah yang nanti akan diatur dan perlu dilakukan pertemuan untuk menyelaraskan kedua event tersebut.

"Itu memang menjadi kendala kita. Namun itu keputusan belum tertulis. Karena kalau SEA Games dilakukan pada November, jaraknya dengan PON cuma sekitar dua minggu. Tentu di sini akan ada case khususnya bagi para atlet," katanya, Sabtu (25/4/2020).

John mengaku kalau hal itu terjadi, fokus atlet targetnya di mana dan fix nya di mana.

"Jangan sampai habis PON Papua, kita (Sumut) gagal di SEA Games. Itu tadi, makanya harus dikaji juga," ujarnya.

Jangan sampai, katanya, nanti atlet fokus ke SEA Games jadi bisa dibilang atlet PON tidak boleh ke SEA Games dan begitu juga sebaliknya.

"Bisa saja keputusannya seperti itu dikeluarkan. Maka dari itulah, dengan adanya pengunduran pelaksanaan PON ini, masih banyak yang akan kita kaji lagi," katanya.

Pengprov Wushu Sumut Tunggu Instruksi KONI Terkait Penundaan PON 2020 Papua

Jadi masih banyak yang akan dikaji, misalnya dengan jadwal internasional. Apakah persiapan Vietnam sebagai tuan rumah bagaimana.

"Kita belum tahu juga. Training, try out dan training camp akan berubah semua. Kita akan kaji ke bidang Litbang untuk mengatur ini semua. Yang pasti mereka sudah siap melaksanakan PON," ujar John.

Ia menyatakan mungkin hal ini yang terbaik karena tidak ada kepastian kapan Covid-19 ini akan berakhir.

"Jadi pemerintah saya rasa sudah cukup bijaksana," katanya.

Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah kalah PON diundur setahun apa bisa berdampak pada PON berikutnya? Kemudian sebahagian atlet pasti ada yang kecewa dengan pelaksanaan PON ditunda.

Namun, ada juga yang menyatakan persiapan akan lebih matang.

"Bagaimana dengan usia, seperti sepakbola yang harus 23. Tahun depan udah 24. Tentu nggak bisa lagi, bagaimana hasil babak kualifikasi. Dan bagaimana dengan usia. Kan banyak cabornya yang punya batas usia. Kalau entry by number masih bisa tukar orangnya. Atlet ini, tahun depan usianya di atas wilayah yang disetujui. Makanya ini harus menjadi keputusan. Kita harus rapat dan memutuskan peraturan PON itu," ujarnya.

John menyampaikan sampai saat ini pelatda masih berjalan dan 194 atlet melakukan latihan secara mandiri.

"Kemarin Pak Gubernur ada bilang ke saya, meskipun PON ditunda, tapi Pelatda tetap berjalan," katanya.(akb/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved