PSMS Medan

Liga 2 Berhenti Total Akibat Covid-19, Langkah Ini Bakal Ditempuh Manajemen PSMS

Kalau liga diberhentikan tentu akan terjadi pemutusan kontrak. Manajemen PSMS berharap bagaimana ada payung hukum dari PSSI,

Tribun-Medan.com/Chandra Simarmata
Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang saat diwawancara di sekretariat PSMS. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia turut berimbas pada dihentikannya kompetisi sepakbola liga 1 dan 2 hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

Kelanjutan Liga Indonesia musim 2019/2020 ini menjadi tanda tanya besar menyusul penyebaran virus corona yang belum juga kunjung mereda.

Dengan kondisi saat ini, segala kemungkinan bisa terjadi termasuk penghentian kompetisi liga secara total jika pandemi virus Corona tak kunjung teratasi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu, manajemen PSMS Medan sudah mempersiapkan rencana alternatif yang bakal diajukan pada pihak PSSI.

"Alternatif lain itu ada. Kalau liga diberhentikan tentu akan terjadi pemutusan kontrak. Jadi kita berharap juga bagaimana ada payung hukum dari PSSI, terkait kontrak tidak diputus tetap berlaku, tetapi kewajiban dari klub ini misal katakanlah tidak perlu membayar gaji (karena liga dihentikan)," ujar Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, Senin (27/4/2020).

Apabila nantinya pengajuan manajemen PSMS tersebut disetujui, Mulyadi mengatakan jika liga sepenuhnya dihentikan maka tidak akan mengganggu proses kontrak yang sudah berlaku lebih dulu dengan para pemain.

Dengan kontrak yang tetap berlaku meski kompetisi tahun ini dihentikan, maka musim depan jika liga kembali bergulir usai corona mereda, kontrak tersebut akan bisa kembali dilanjutkan.

Sahari Gultom Sebut Target PSMS Medan Realistis

Sehingga klub tidak perlu kembali mencari pemain dan melakukan negosiasi ulang dari nol yang memakan waktu.

"Dengan demikian kita berharap kontrak bisa kita mulai kembali di awal Januari," imbuhnya.

Sebaliknya, kata Mulyadi, apabila tidak ada kesepakatan seperti itu, jika liga sampai dihentikan sepenuhnya, maka otomatis kontrak dengan para pemain juga tidak akan berlanjut.

Dengan kondisi itu, tentu sulit mempertahankan pemain dengan komposisi yang sudah ada saat ini.

Mulyadi berharap langkah ini bisa menjadi jalan tengah yang bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19 yang membuat klub juga kehilangan pemasukan. Namun Mulyadi juga tetal berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir dan liga tidak perlu dihentikan dan bisa bergulir lagi.

"Kalau kita putus kontrak, kemudian tahun 2021 nanti dimulai lagi kompetisi, dikhawatirkan pemain-pemain kita sekarang ini tentu tidak ada jaminan akan ke kita lagi. Tapi kita berharap kalaupun ada pemutusan kontrak, ada opsi pertama itu ke klub yang saat ini. Ingin supaya ada payung hukum seperti itu dari PSSI," pungkasnya.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved