Perawat Pasien Covid-19 di RS GL Tobing Berbagi Cerita Lewat YouTube

Teddy mengaku sangat kecewa dengan perlakuan masyarakat terhadap petugas medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

HO
Perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa, Teddy Soaloon Purba. Ia berharap masyarakat tidak menjauhi para perawat yang bekerja untuk kemanusiaan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Meskipun disebut sebagai garda terdepan penanganan Covid-19, para petugas medis ternyata tak selalu mendapatkan perlakuan sebaik kalimat-kalimat pujian yang diberikan masyarakat. 

Pada kenyataannya, tak sedikit dari mereka yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari lingkungan dan tetangga-tentangga sekitarnya.

Pengalaman itulah yang dirasakan Teddy Soaloon Purba, perawat yang menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit GL Tobing Tanjungmorawa.

"Istri cerita, ada tetangga yang ngomong di belakang, 'Itu Si Teddy enggak usah disuruh pulanglah ya sampai wabah pandemi corona ini selesai.' Pandangan-pandangan sinis dan stigma negatif juga tidak sedikit saya alami," ujarnya, Minggu (26/4/2020).

Teddy mengaku sangat kecewa dengan perlakuan masyarakat terhadap petugas medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.

"Harusnya yang dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya. Intinya tidak menimbulkan perasaan tidak nyaman kepada kita yang bertugas melawan pandemi corona ini di rumah sakit," tambahnya.

Awalnya, ia mendapat penentangan dari orang tua dan keluarga ketika ingin menjadi relawan penanganan wabah.

"Waktu selesai Bimtek kan langsung dibagi tim tempat bertugas nya. Di situ keluarga juga sebenarnya melarang. Tapi coba saya beri pengertian. Mereka takut nanti kalau saya terkena dan pemakamannya tak boleh dihadiri orang-orang. Saya coba selalu yakinkan mereka kalau saya akan sehat-sehat saja di sini," ujar Teddy.

"Di Bimtek itu turut serta juga dari kalangan lainnya seperti dokter umum dan spesialis, psikolog, semuanya diajarkan bagaimana standar prosedur operasional yang tepat, bagaimana memakai APD, bagaimana menangani pasien, dan semua hal teknis lainnya dibahas di sana," tambahnya.

Perawat lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Medistra itu pun sering membuat video tentang kegiatannya sebagai perawat agar masyarakat lebih paham tentang Covid-19.

"Beberapa video mengenai cerita-cerita pasien saya unggah di akun YouTube saya. Tujuannya untuk menyebarkan informasi yang baik dan supaya masyarakat tidak terlalu takut dengan cerita-cerita menyeramkan di media sosial ataupun berita-berita."

"Saya senang beberapa komentarnya positif dan pikiran mereka mulai terbuka dan mengetahui bagaimana kondisi di areal isolasi yang sebenarnya," pungkasnya. (cr14)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved