Breaking News:

Sejarah Negara Serumpun Korea Berpisah, Berawal Paham Komunis Soviet Bikin Warga Migrasi ke Selatan

Seperti yang kita tahu, pasca PD II negara-negara di dunia punya dua pengaruh politik yang cukup kuat, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia).

Editor: Azis Husein Hasibuan
ISTIMEWA
Momen kebersamaan Kim Jong Un dan Moon Jae-in. 

TRI BUN-MEDAN.com - Sejarah serumpun Korea Selatan dengan Korea Utara hingga kini terbagi menjadi dua negara alias berpisah.

Dari sini, kita lebih dahulu kembali saat pertemuan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Kala itu pertemuan keduanya dijadwalkan berjumpa pada pertemuan bersejarah Jumat (27/4/2018) pagi waktu setempat.

Pertemuan ini adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat internasional.

Bagaimana tidak, selama ini walaupun keduanya punya rumpun yang sama, Korea Utara dan Selatan seperti dua sisi mata uang yang saling berkebalikan.

Seperti yang diwartakan oleh Kompas.com (27/4/2018), kedua pemimpin ini akan bertemu pada pukul 09.30 waktu Korea Selatan, atau pukul 06.30 WIB.

Kim Jong Un dan Moon Jae-In
Kim Jong Un dan Moon Jae-In (Handover)

Satu hal yang sering menjadi pertanyaan publik adalah, sebenarnya apa yang membuat dua Korea ini berpisah?

Untuk mengetahuinya, kita harus kembali dulu ke masa kemenangan Blok Sekutu di Perang Dunia II (PD II) pada tahun 1945.

Menangnya Sekutu juga menjadi titik berakhirnya pendudukan Jepang di Korea selama 35 tahun penjajahan.

Seperti yang kita tahu, pasca PD II negara-negara di dunia punya dua pengaruh politik yang cukup kuat, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved