DPRD Medan Tetap Adakan Reses di Tengah Pandemi Corona
Di tengah pandemi virus corona saat ini, DPRD Kota Medan tetap melaksanakan reses.
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan saat ini berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Di tengah pandemi virus corona saat ini, DPRD Kota Medan tetap melaksanakan reses.
Namun, reses kali ini berbeda dari biasanya. Jika biasanya reses diadakan di suatu tempat dengan mengumpulkan banyak orang, namun reses kali ini dilakukan tanpa mengumpulkan orang, sebab masing-masing anggota DPRD menyambangi rumah-rumah warga (door to door) untuk menyerap aspirasi.
Ketua Fraksi Gabungan Hanura, PSI dan PPP (HPP) Erwin Siahaan mengatakan hal tersebut dilakukan guna mematuhi prosedur pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan oleh Pemko Medan, agar tidak menyebabkan perkumpulan atau kerumunan.
"Mekanisme kali ini adalah door to door. Proses kali ini polanya berbedanya kita buat, karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan seperti biasa," katanya.
Ia mengatakan anggaran yang dikeluarkan untuk reses kali ini juga lebih sedikit dari biasanya.
"Anggaran yang digunakan tidak begitu banyak, cuma berupa nasi kotak dan kue saja. Imbauan pemerintah soal social distancing tetap kita jaga, kita tetap beraktifitas sesuai dengan protokoler yang ada jadi mudah-mudahan reses yang ini dapat berguna untuk menjadi masukan menjadi bahan pokok pikiran DPRD untuk membuat suatu kebijakan," katanya.
Ia mengatakan reses ini dapat dipertanggungjawabkan keberlangsungannya. Dikatakan Erwin, meski dilakukan door to door, BPK akan dapat melihat secara rill pertanggungjawaban dana yang dikeluarkan.
"Contohnya pembelian nasi kotak dan kue ini pasti kita cantumkan berapa dananya, dari mana belinya dan semua lengkap ada kuitansinya dan dokumentasinya bahwa kita betul-betul benar melaksanakan proses door to door," katanya.
Selama proses reses berlangsung, Erwin mengaku menyerap sejumlah aspirasi warga, terutama keluhan kehilangan pendapatan karena pandemi.
"Mereka mengharapkan bantuan berupa sembako dan lain sebagainya. Di samping itu masalah klasik juga sangat banyak sekali, berupa jalan-jalan dalam gang dan drainase yang buruk di Sembada 9. Mereka itu selalu kebanjiran dan sudah berulang kali di situ banyak yang datang, entah camat, lurah, anggota dewan, bahkan wali kota sudah datang tapi ternyata tidak ada penanganan sama sekali," katanya.
Ia mengatakan ke depannya reses ini betul-betul dibahas dalam satu bentuk pokok pikiran yang akan direalisasikan khususnya terkait masalah drainase.
"Di samping itu antusiasme masyarakat cukup senang di mana anggota dewan turun langsung melihat keadaan masyarakat. Meskipun kita hanya membagikan kue dan nasi kotak mereka cukup antusias dan sangat senang sekali bisa bertatapan langsung dengan anggota dewan," katanya.
(cr21/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/reses-dprd-medan-saat-covid.jpg)