DERETAN Kasus Pasien Covid-19 yang Kelabui Petugas Medis hingga Berujung Malapetaka
Akibatnya, kasus pasien positif corona yang berbohong soal riwayat perjalanan mereka pada petugas medis terus terjadi.
Padahal, hal tersebut justru akan menimbulkan malapetaka bagi orang lain, termasuk para petugas medis itu sendiri.
TRI BUN-MEDAN.com - Stigma berlebihan masyarakat Indonesia terhadap pasien positif virus corona atau Covid-19 terus saja terulang.
Kabar soal diskriminasi keluarga pasien hingga penolakan jenazah terus mencuat.
Bermula Bau Busuk Menyengat dan Berakhir pada Penemuan Puluhan Mayat dalam Truk imbas Corona
Kakek dan Janda Desa Terpaut Beda Umur 34 Tahun Kukuh Nikah di Tengah Pandemi Corona, Ini Potretnya
HARI Ini Pelanggan Listrik 1300 VA dan 900 VA Dapat Diskon Listrik dari YCAB, Simak 5 Syarat Utama
LOCKDOWN Mengubah Wajah Sungai Terkotor di Dunia Menjadi Jernih, Ini Potretnya
Deretan Fakta YouTuber Hasanjr11, Tuai Polemik selepas Tawaran Rp 10 Juta bagi yang Mau Batal Puasa
Login Listrik Gratis Resmi Dibuka Hari Ini di www.lightup.id bagi Pelanggan 1300 VA dan 900 VA
Tutut Soeharto Akhirnya Buka Suara selepas 24 Tahun Kematian Ibu Tien, Benarkah Meninggal Ditembak?
Tak sedikit juga orang yang menganggap bahwa virus corona ini merupakan aib yang harus ditutup-tutupi.
Akibatnya, kasus pasien positif corona yang berbohong soal riwayat perjalanan mereka pada petugas medis terus terjadi.
Padahal, hal tersebut justru akan menimbulkan malapetaka bagi orang lain, termasuk para petugas medis itu sendiri.
Misalnya adalah contoh kasus yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penjelasan-sampoerna-soal-pegawainya-positif-corona_karyawan-meninggak.jpg)