Breaking News:

Menangi Gugatan Pencopotan Dirinya Oleh Wali Kota Siantar, Budi Utari Masih Akan Analisa Putusan

Budi meminta Pemko Pematangsiantar memulihkan jabatannya sebagai Sekda Kota Pematangsiantar.

Tribun Medan/Tommy Simatupang
SEKDA Kota Pematangsiantar nonaktif, Budi Utari Siregar 

TRI BUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar memenangi gugatan yang ia layangkan terhadap Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah atas pencopotan dirinya sebagai Sekda.

Hal itu menyusul dari hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan pada Rabu (29/4/2020) lalu.

Budi Utari yang dihubungi melalui panggilan telepon, Sabtu (2/5/2020) siang, menyambut baik putusan PTUN tersebut.

Ia mengaku saat itu hadir dalam persidangan meski belum menerima salinan putusan resminya.

Didaftarkan pada 25 November 2019, kasus ini ditangani oleh Majelis Hakim yang dipimpin Elwis Pardamean Sitio dan dibantu hakim anggota Kemas Mendi Zatmiko dan A. Tirta Irawan.

Dalam gugatan yang ia layangkan dengan nomor registrasi perkara 294/G/2019/PTUN.MDN, Budi
menyatakan tergugat (Wali Kota Pematangsiantar) telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam penerbitan Surat Keputusan nomor 800/619/XI/WK-THN 2019 tanggal 11 Nopember 2019 tentang Penjatuhan hukuman disiplin berupa pembebasan dari jabatan Sekretaris daerah Kota Pematangsiantar kepada dirinya.

Selain itu, salah satu yang termuat dalam petitum (permohonan gugatan) tersebut, Budi juga meminta Pemko Pematangsiantar memulihkan jabatannya sebagai Sekda Kota Pematangsiantar.

Menanggapi hasil putusan majelis hakim PTUN yang memenangkannya ini, Budi mengatakan akan menganalisa putusan pada Senin (4/5/2020) mendatang.

"Keluar dulu salinan putusannya, baru bahasa salinan itu kita analisa. Setelahnya, baru saya kasih tanggapan atas putusannya ya," ujar Budi.

Dia tak ingin terburu-buru memberikan tanggapan saat ditanya apakah pemulihan jabatan diartikan mengembalikan posisi Sekda terhadap dirinya.

Kusdianto Dilantik jadi Penjabat Sekda Siantar, Budi Utari Siregar Staf Satpol PP

Katanya, putusan yang ia dengar, lebih tegas dari gugatan yang ia layangkan terhadap orang nomor satu di Pematangsiantar itu.

"Beda bahasa salinannya dek. Gak sama dengan petitumnya. Putusannya lebih tegas lagi," tutupnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemko Pematangsiantar Hery Oktarizal mengaku pihaknya belum menerima salinan putusan yang dikeluarkan PTUN. Ia baru bisa menjawab setelah salinan resmi diterima.

Disinggung juga soal apakah Budi Utari berkemungkinan menjabat kembali Sekda Kota Pematangsiantar bila salinan putusan resmi memuat hal tersebut, Hery menegaskan masih menunggu putusan incracht.

"Pemko sampai hari ini belum menerima salinan putusan. Putusan pengadilan dilaksanakan apabila telah berkekuatan hukum tetap. Kami belum dapat memberikan langkah selanjutnya, karena belum membaca pertimbangan majelis hakim sebagai dasar pengambilan putusan," katanya.(mag/tri bun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved