Breaking News:

Antisipasi Kesulitan Belajar Online Selama Covid-19, Permampu Kembangkan Program Pendidikan Kritis

Permampu melaksanakan pendidikan kritis yang merupakan salah satu bentuk dari Pendidikan Seumur Hidup (lifelong learning).

Humas Pemkot Bandung
AKTIVITAS belajar dari rumah. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Konsorsium dari delapan LSM Perempuan yang mengadvokasi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) Perempuan di delapan propinsi di pulau Sumatera, Permampu menilai dibutuhkan sosialisasi yang tidak hanya sekedar menjelaskan arti dari berbagai istilah asing terkait Pandemi Covid-19 yang merebak akhir-akhir ini. Lebih dari itu, dibuuthkan juga cara mensosialisasikan yang membawa perubahan perilaku.

Koordinator Permampu, Dina Lumbantobing dalam keterangan persnya yang diterima Tri bun, Minggu (3/5/2020) mengatakan, ketidaksiapan untuk belajar jarak jauh (online) yang begitu tiba-tiba, tantangan untuk belajar dari rumah, sangat diwarnai oleh masalah akses ke media belajar berupa HP, laptop, jaringan internet yang lancar, suasana belajar di rumah, dan kesulitan untuk disiplin mengelola waktu belajar di rumah.

“Hal ini diperburuk oleh karena media belajar ini juga merupakan media untuk berkomunikasi, untuk pergaulan, dan sebagainya. Secara khusus perempuan memperoleh tantangan tersendiri, karena mereka sering lebih banyak melakukan tugas rumahtangga dari pada anak laki laki, sementara anak laki-laki lebih bebas keluar rumah, bahkan tidak disiplin dalam mematuhi larangan berkumpul, menggunakan masker, jam malam, dan lain-lain,” kata Dina.

Untuk mengatasinya, Permampu melaksanakan pendidikan kritis yang merupakan salah satu bentuk dari Pendidikan Seumur Hidup (lifelong learning).

Terdapat empat pilar dalam pendidikan seumur hidup, yaitu: belajar untuk mengetahui dan menguasai sesuatu,melakukan atau menerapkan sesuatu, menjadi seseorang yang percaya diri dan mampu hidup bersama orang lain dengan harmonis1.

Hal penting lainnya, kata Dina, sampai hari ini belum diketahui kapan waktu wabah Covid-19 akan berakhir di Indonesia, mungkin masih akan sampai mungkin Juli bahkan akhir Desember 2020, yang tentunya akan berimplikasi pada ekonomi.

Terkait hal ini, di Hari Pendidikan ini, Konsorsium Permampu menyampaikan beberapa rekomendasi yakni: menjembatani agar layanan kesehatan di Puskesmas (Immunisasi, akses ke pemeriksaan kehamilan, akses ke kontrasepsi, gizi/stunting) dan pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh para kader dan para pihak bisa terus berjalan dengan berbagai strategi sesuai protocol kesehatan.

KISAH INSPIRATIF, Minim Sarana Pembelajaran Online, Juni Datangi Siswanya Agar Tetap Belajar

Kemudian mengaktifkan hotline dan diskusi kritis untuk pengaduan, dan merespons cepat soal-soal HKSR dan Kekekerasan Terhadap Perempuan, khususnya KDRT dan Kekerasan seksual; termasuk melanjutkan pendidikan untuk anak dan keluarga mengenai HKSR di masa wabah Covid 19.

Selain itu melakukan pengawalan data dan monitoring pelaksanaan jaringan pengaman sosial yang tepat sasaran, serta menghimbau untuk konsisten mengutamakan mereka yang terdampak langsung, khususnya perempuan dan kelompok miskin yang belum pernah mengakses berbagai bantuan sebelum wabah Covid 19.

Di samping mendidik kelompok perempuan dan komunitas untuk secara aktif mengembangkan usaha usaha mikro/kecil untuk penguatan ekonomi perempuan dan keluarga.

Rekomendasi lainnya adalah mengadvokasi peraturan dana desa dan kelurahan untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat khususnya perempuan miskin di masa wabah Covid-19.

Termasuk mendorong dipersiapkannya sistem untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya untuk masyarakat miskin terkena dampak Covid-19.

Agar di masa apapun yang terjadi di masa wabah Covid 19, tidak mengorbankan kepentingan perempuan muda, perempuan miskin maupun kelompok rentan lainnya.

Khususnya akses pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan muda di usia sekolah. Perkawinan di usia anak dan usia dini harus terus dihindarkan.

“Konsorsium Permampu meyakini bahwa sosialisasi dalam bentuk Pendidikan dan Diskusi Kritis untuk akar rumput harus tetap dilaksanakan dalam situasi bencana seperti wabah Covid-19, untuk perempuan akar rumput, dan untuk semua, di semua tempat,” katanya.(*/top/tri bun-medan.com)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved