News Video

VIRAL Pria Berbaju Hitam Ngamuk Saat PSBB di Bogor, Tak Terima Istri Disuruh Pindah Kursi Belakang

Viral sebuah video seorang pria mengamuk saat diadang sejumlah petugas gabungan yang tengah mengawasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bogor

Editor: M.Andimaz Kahfi

VIRAL Pria Berbaju Hitam Ngamuk Saat PSBB di Bogor, Tak Terima Istri Disuruh Pindah Kursi Belakang

TRI BUN-MEDAN.com - Viral sebuah video seorang pria mengamuk saat diadang sejumlah petugas gabungan yang tengah mengawasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor.

Video pria mengamuk itupun beredar di whatsapp grup dan menjadi ramai diperbincangkan.

Diketahui, video tersebut terekam pada hari Minggu (3/5/2020) di Simpang Empang, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dalam video berdurasi 2 menit 16 detik itu, tampak seorang pria tengah mengamuk kepada petugas gabungan yang sedang menertibkan kendaraan.

Rupanya, pria tersebut mengamuk gara-gara tidak terima, istrinya diimbau untuk duduk di bangku belakang mobil.

Pria berkaus hitam dan bercelana biru itu ngotot kepada petugas yang memberhentikannya.

Tak terima diperingatkan, Ia pun berteriak kepada petugas dengan mengatakan prinsip hidupnya dalam menghargai sang istri.

"Mohon maaf ya, ini prinsip hidup saya,"

"Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang," ujar pria tersebut dengan lantang.

Tak bergeming meski didatangi banyak petugas, pria tersebut masih tetap ngotot.

Bahkan, pria tersebut berkali-kali menantang dengan menyebut Wali Kota Bogor Bima Arya.

"Silahkan foto! Nama saya Endang Wijaya. Sampaikan ke Pemerintah Daerah Bogor, Bima Arya."

"Saya suami harus menghargai istri saya. Saya tidur dengan istri saya gak apa-apa, masa di mobil harus pindah," ungkap pria tersebut.

Dalam video tersebut, tampak pula para petugas gabungan yang tetap berusaha menenangkan pria itu tanpa tersulut emosi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved