Gara-gara Ucapan Menteri Bodoh, Dua Bupati Berseteru Lewat Video, Sehan vs Thoriqul Viral di Medsos
Media sosial diramaikan perseteruan dua kepala daerah, yakni Bupati Boltim Sehan Salim Landjar versus Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
TRI BUN-MEDAN.com - Media sosial diramaikan perseteruan dua kepala daerah, yakni Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Sehan Salim Landjar versus Bupati Lumajang, Jawa Timur, Thoriqul Haq.
Usut punya usut, keduanya terlibat perseteruan mulut di medsos gara-gara ucapan menteri bodoh yang dilontarkan Sehan Salim Landjar.
Ucapan itu dilontarkan Sehan karena menilai pencairan BLT berbelit-belit. Sehingga, rakyat yang sudah sangat membutuhkan BLT, tak kunjung mendapatkan bantuan.
Selain itu, ia mengkritik berbagai kebijakan yang terus berubah-ubah dan tidak sinkron antar-kementerian. Misalnya, terkait dana desa yang semula hanya boleh untuk padat karya, belakangan boleh untuk beli sembako warga miskin.
Sehan juga sempat menyebut menteri bodoh. Sebab, cara pencairan BLT via perbankan dianggap malah membebani warga miskin, seperti biaya buka rekening hingga transportasi ke bank.
Video itu viral dan direspons keras oleh Thoriqul Haq. Alhasil, keduanya terlibat adu mulut via medsos.
Sementara dalam video lainnya yang beredar, Thoriq menyayangkan sikap Sehan yang menyebut menteri bodoh.
“Saya Cak Thoriq, Bupati Lumajang, saya tentu kecewa bila ada seorang bupati mengatakan menteri bodoh. Kalau tidak salah Bupati Bolang Mongondow Timur,” kata Thoriq dalam video tersebut.
Thoriq menilai para menteri sedang bekerja keras untuk menyelesaikan semua persoalan di seluruh daerah.
“Kalau ada bupati menyatakan menteri bodoh, jangan-jangan dia enggak bisa mengurus daerahnya. Jangan-jangan enggak bisa mengurus wilayahnya,” ujar Thoriq.
Thoriq dalam video tersebut justru berterima kasih pada menteri yang telah melakukan upaya terbaik untuk masyarakat.
Sehan menilai dirinya merasa tidak boleh memberikan bantuan beras ke rakyatnya yang mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT), meskipun BLT-nya belum tiba.
“Perlu diingat Bupati Lumajang, anda cuma kasih lima kilo, saya minimal 15 kilo dan beras premium,” ujar dia.
Selain itu, Sehan juga mengaku tidak memotong gaji PNS untuk bantuan tersebut.
Sehan menilai Thoriq tidak tahu kondisi warga yang ada di Boltim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perseteruan-bupati.jpg)