BI Prediksi Ekonomi Sumut Triwulan II 2020 Tumbuh Terbatas

Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara memprediksi perekonomian Sumut pada triwulan II 2020 tumbuh terbatas dari triwulan sebelumnya.

Tribun Medan/Septrina Ayu
Kepala Perwaklan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara memprediksi perekonomian Sumut pada triwulan II 2020 tumbuh terbatas dari triwulan sebelumnya. Di mana perekonomian Sumut triwulan I 2020 tercatat tumbuh 4,65% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Wiwiek Sisto Widayat mengatakan perlambatan ekonomi diperkirakan bersumber dari penurunan kinerja permintaan eksternal akibat pandemi Covid-19 yang diprediksi berpotensi menghambat rantai suplai global serta sektor pariwisata.

Menurut dia, hal ini akan tercermin oleh perlambatan LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Akomodasi dan Makan Minum dan tercermin oleh penurunan hasil survei perkiraan kegiatan usaha ke depan.

"Penurunan permintaan eksternal juga terkonfirmasi oleh penurunan harga komoditas di pasar internasional," katanya.

Dikatakannya, konsumsi rumah tangga diprakirakan tumbuh melambat dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat akibat terganggunya kinerja dunia usaha dan pembatasan aktivitas masyarakat untuk menahan laju penyebaran Covid-19.

Hal ini, kata Wiwiek, terindikasi oleh penurunan indeks keyakinan konsumen dan penurunan penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu.

Ia menjelaskan dalam skenario mild, meluasnya dampak Covid-19 diprakirakan mendorong perlambatan perekonomian Sumut menjadi berada di kisaran 4,3% - 4,7% (yoy), melambat 0,8% dari baseline dalam skenario sedang.

"Dengan perkembangan terkini, dimana pertumbuhan dunia diperkirakan tumbuh 0,9% (yoy) (BI) serta Tiongkok tumbuh hanya 2,3% (World Bank), perekonomian Sumut berpotensi melambat lebih dalam pada kisaran 2,2-2,6% (yoy) dalam skenario berat. Dalam kondisi sangat berat, ekonomi Sumut dapat turun hingga 1,2-1,6% (yoy)," jelasnya.

Menurutnya perlambatan terdalam akan dirasakan pada triwulan II 2020 dan akan meningkat pada triwulan berikutnya seiring dengan fase pemulihan akibat Covid-19.

"Pada kasus Covid-19, perlambatan dirasakan di sektor eksternal maupun domestik. Untuk itu, dibutuhkan upaya keras untuk menahan penurunan daya beli masyarakat melalui program jaring pengaman sosial melalui anggaran pemerintah," katanya.

Halaman
12
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved