Pelatih Panahan Sumut Bilang Atlet Sudah Maksimal di Fisik, Tapi Belum di Teknik dan Mental

Atlet panahan Rayhan tetap melakukan latihan fisik sesuai program yang disusun pelatih untuk terus mengasah kemampuan fisiknya.

Pelatih Panahan Sumut Bilang Atlet Sudah Maksimal di Fisik, Tapi Belum di Teknik dan Mental
TRIBUN MEDAN/HO
ATLET panahan Sumut dalam sebuah kejuaraan beberapa waktu lalu.

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Atlet panahan Muhammad Hafizh Rayhan yang mendapat tiket ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua mengaku sudah sangat maksimal dalam mempersiapkan fisiknya.

Terkait hal ini, pelatih cabang olahraga (cabor) panahan Sumut Toni M Purba mengatakan atlet panahan yang lolos PON cuma satu dan saat ini karena PON ditunda Oktober 2021 makanya pihaknya tetap memintasang atlet untuk terus melakukan persiapan umum.

"Seharusnya Oktober ini, sudah masuk ke tahap berikutnya. Namun karena diundur makanya sampai saat ini masih di tahap persiapan umum," kata pelatih Cabor Panahan Toni Manaham Purba, Selasa (12/5/2020).

Ia mengatakan Rayhan tetap melakukan latihan fisik sesuai program yang ia berikan untuk terus mengasah kemampuan fisiknya. Pada Pelatda yang berlangsung semakin lama inii ada dua poin untuk menanggapi penundaan PON sampai tahun depan.

Keduanya yaitu, menguntungkan dan cukup lama.

Raih Prestasi di Berbagai Kejuaraan, Atlet Panahan Ahmad Fauzi Bertekad Sumbang Medali di PON 2024

Karena penundaan, berarti atlet bisa semakin mempertajam kemampuan mereka, baik teknik maupun fisik.

"Sebenarnya ini merupakan kesempatan emas bagi atlet agar terus mengasah kemampuan agar bisa maksimal saat pelaksanaan PON nantinya," ujar Toni.

Sedangkan poin kedua yaitu waktu yang lama membuat atlet bisa bosan latihan.

Apalagi sekarang sedang  masa pandemi yang mengharuskan atlet harus melakukan latihan fisik mandiri di rumah.

"Sudah pasti rasa jenuh akan timbul. Itu hal yang harus diantisipasi saat PON ditunda pelaksanaannya. Lagian penundaan ini juga karena memang ada wabah Corona yang mendunia," katanya.

Maka dari itu, dirinya selalu berkomunikasi dengan Rayhan untuk memantau latihannya selama di rumahnya.

Selain mengirim bukti latihan dalam bentuk video dan foto, dirinya juga sesekali melakukan pemantauan dengan cara video call.

"Ini semua dilakukan agar atlet bisa berprestasi dan maksimal saat bertanding di ajang empat tahun sekali," ujarnya.

Ia mengaku, sampai saat ini persiapan fisik atlet sudah maksimal sedangkan teknik dan mental belum dikarenakan sekarang masih persiapan umum yang fokus kepada penguatan fisik.(akb/tri bun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved