Selain Deliserdang, Ratusan Unit Rumah Juga Rusak Akibat Puting Beliung di Kabupaten Serdang Bedagai

Informasi yang dihimpun, dari sekian banyak rumah warga yang rusak, ada empat orang yang dilaporkan mengalami luka-luka.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/INDRA
PIHAK Kecamatan Perbaungan memberikan bantuan sembako kepada warga Desa Sei Jenggi yang menjadi korban, Selasa (12/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Selain di Kabupaten Deliserdang, ratusan rumah di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara juga mengalami kerusakan akibat diterpa angin puting beliung, Senin, (11/5/2020) malam.

Ratusan rumah itu berada di tiga Kecamatan mulai Perbaungan, Teluk Mengkudu dan Tebing Syahbandar.

Hingga saat ini warga pun masih bergotong royong untuk memperbaiki rumah-rumahnya yang rusak.

Informasi yang dihimpun, dari sekian banyak rumah warga yang rusak ada empat orang yang dilaporkan mengalami luka-luka.

Keempatnya yakni Ponidi (50), Muliono (33), Masita (51) dan Trimo (77). Keempatnya merupakan warga Desa Sei Jenggi Kecamatan Perbaungan.

Sementara untuk korban jiwa sama sekali tidak ada.

Saat diwawancarai wartawan, Ponidi menyebut peristiwa angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Dikatakannya, sudah dari sore hari langit tampak mendung dan baru malam harinya hujan deras turun.

Selain hujan, saat itu situasinya juga disebut berulang kali terdengar suara petir.

Kedai Kopi dan Rumahnya Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Fatma Harapkan Bantuan Pemerintah

" Kalau hujan sama petir enggak takut kami. Baru enggak lama kemudian angin beserta suara seperti gemuruh menyapu dinding rumah. Baru bagian atap rumah ini terbang sampai 10 meter. Saat itu  langsung selamatkan anak istrilah aku," kata Ponidi, Selasa, (12/5/2020).

Saat itu, lanjut Ponidi, dirinya langsung dihujani batu dan kayu dari bagian atas sehingga melukai kepala dan kakinya.

Ia mengaku saat itu sudah tidak mau perduli lagi dengan barang-barang perabotan miliknya.

"Dua anakku dan istrilah yang paling pertama aku selamatkan. Kalau yang lain sudah tidak aku pikirkan itu. Karena yang penting bagaimana anak dan istri selamat. Awalnya ya enggak sakit kaki dan kepalaku setelah ngungsi tempat tetanggalah baru terasa sakit. Tapi enggak apa-apalah yang penting semuanya selamat," katanya.

Selain di Desa Sei Jenggi, kerusakan parah juga terjadi di Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan.

Beberapa rumah warga ada yang rata dengan tanah dan salah satunya adalah milik Ansar (56).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved