Ali Ngabalin Blakblakan Menyasar Pendukung Anies Baswedan saat Bahas Bansos di ILC

Ngabalin mengatakan, gubernur dan pemerintah pusat merupakan suatu kesatuan yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

YouTube Indonesia Lawyers Club
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin (kiri), dan Aktivis Sosial sekaligus pendukung Anies Beswedan, Geizs Chalifah (kanan), dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (12/5/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club) 

Bansos yang diberikan Pemda merupakan kebutuhan pokok sehingga saat Pemerintah Pusat memberikan bantuannya, bansos dari Pemda sudah habis.

TRI BUN-MEDAN.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin menegur Aktivis Sosial yang kerap menyampaikan dukungannya untuk Anies Beswedan, Geizs Chalifah.

Dilansir TribunWow.com, Ali Ngabalin mengatakan seorang gubernur tak akan pernah menjadi oposisi pemerintah.

Ia bahkan menyebut pemerintah pusat sudah bekerja keras demi menyediakan bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Virus Corona.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa dalam menangani Virus Corona tak boleh setengah-setengah di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (29/4/2020).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa dalam menangani Virus Corona tak boleh setengah-setengah di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (29/4/2020). (Channel YouTube Indonesia Lawyers Club)

 

 

Hal itu disampaikannya melalui tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (12/5/2020).

"Regulasi menyebutkan Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, menjelaskan bahwa pemerintah pusat itu punya perwakilan namanya gubernur," ucap Ngabalin.

Lantas, Ngabalin pun menyinggung nama Geizs Chalifah.

Ia mengingatkan Geizs Chalifah bahwa seorang gubernur merupakan perpanjangan tangan presiden.

"Pak Geisz, gubernur itu adalah perwakilan pemerintah pusat di provinsi," ujar Ngabalin.

"Lebih jelas lagi regulasinya menyebutkan gubernur itu adalah perpanjangan tangan dari presiden."

Terkait hal itu, Ngabalin menilai informasi yang keliru hanya akan menyesatkan masyarakat.

Ia bahkan turut menyinggung soal bulan Ramadan yang berlangsung saat pandemi Virus Corona terjadi.

"Hati-hati itu, jadi jangan sampai nanti rakyat itu tersesat," terang dia.

"Di Ramadan ini berapa banyak orang yang berpuasa tapi dia tidak bisa mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga."

Karena itu, menurut dia seorang gubernur tak mungkin menjadi oposisi pemerintah.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved