Kisruh Bansos Rp 600 Ribu di Sumut

Begini Penjelasan Kadis Dinas Sosial Medan soal Sistem Pendaftaran Bansos yang Abaikan Bahaya Corona

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis memberi tanggapan soal pendaftaran bantuan sosial di Dinsos Kota Medan yang mengabaikan protokoler kesehat

TRIBUN MEDAN/HO
Ratusan warga memadati Kantor Dinas Sosial Kota Medan, Jalan Pinang Baris, Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (13/5/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis memberi tanggapan soal pendaftaran bantuan sosial di Dinsos Kota Medan yang mengabaikan protokoler kesehatan.

Ia mengatakan imbauan sudah dilakukan berulang kali, namun masih banyak warga yang abai dengan protokol kesehatan.

"Kita sudah imbau berulang-ulang agar menjaga jarak tapi tidak ada yang menghiraukan, bahkan pihak Polri dari Polsek Sunggal yang kita minta bantuan juga tidak digubris. Mohon bantuan melalui pendekatan insan pers agar bisa lebih didengar warga," katanya, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan bahwa pendataan warga sebenarnya dilakukan dengan berbagai cara. Bisa warga yang mengajukan diri, data dari kecamatan, mau pun Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS).

"Sekarang namanya Bantuan Sosial Tunai (BST). Sesuai dengan surat menteri yang masuk kepada kita tertanggal 20 April agar mengirimkan usulan calon penerima bantuan ini, dengan petunjuk mengambil datanya pertama dari DTKS (Data Terpadu Kementerian Sosial) yang belum mendapat program bantuan sosial reguler seperti bantuan sembako dan lainnya. kemudian boleh juga dari non-DTKS yakni dari masyarakat," katanya.

Ia mengatakan melalui DTKS sudah terdata sebanyak 28.252 KK, dan sisanya diambil dari hasil pendataan bantuan penerima beras 5 kg yang diberikan oleh Pemko Medan.

"Selain itu, masyarakat bisa langsung kemari untuk mendaftarkan diri. Nanti, kita input semua termasuk hasil verifikasi kita kemarin, di tahun 2019 ada kita melakukan verifikasi di daerah Belawan, Labuhan, Medan Deli dan Medan Marelan. Lalu kita input itu sampai tanggal 23, tetapi dalam perkembangannya banyak data yang ditolak karena adanya kesalahan data NIK yang tidak sesuai," katanya.

Pada tahap pertama, kata dia, Dinsos sudah mengirim data sebanyak 34.000, namun yang terverifikasi baru 19.000.

"Harusnya udah ditutup, tapi dibuka lagi kuotanya, karena belum sampai kuota di Medan ini. Namun informasi yang kami peroleh nanti malam ini ditutup, tapi suratnya belum ada sama saya. Harusnya kan ada pemberitahuan secara tertulis sehingga kita juga harus tahu mekanismenya," katanya.

Ia mengatakan warga yang berbondong-bondong memadati dinas sosial umumnya ingin mengajukan diri sebagai penerima bantuan dari Kemensos sebanyak Rp. 600 ribu selama tiga bulan.

"Ini bermacam-macam yang datang, ini tapi umumnya ini berharap dapat BST Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan. Jadikan fungsi kita di sini mengusulkan, nggak bisa kita hilangkan harapan mereka, kita usulkan kuotanya kemarin 63.165 KK, sampai tadi malam yang baru terima itu baru 59.000," pungkasnya.

(cr21/tri bun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved