Breaking News:

Setelah 32 Tahun dan Iming-iming Hadiah Rp 19 Miliar Kematian Si Jenius Scott Johnson Terungkap

Kematian si jenius Scott Johnson yang jasadnya ditemukan di dasar tebing Blue Fish Point North Head, Manly, Sydney utara, terungkap setelah 32 tahun.

Editor: Tariden Turnip
abc news
Setelah 32 Tahun dan Iming-iming Hadiah Rp 19 Miliar Kematian Si Jenius Scott Johnson Terungkap. Foto terakhir Scott Johnson sebelum dibunuh 1988 

Kisah tragis kematian si jenius Scott Johnson yang jasadnya ditemukan di dasar tebing Blue Fish Point North Head, Manly, Sydney utara, Australia, akhirnya terungkap tuntas setelah 32 tahun.

Scott Johnson kelahiran Amerika, dibunuh saat berusia 27 tahun dan merupakan penyandang PhD Matematika.

Pelakunya adalah Scott White  (49), ditangkap di rumahnya, Lane Cove, di pinggiran utara Sydney, Selasa (12/5/2020.

Dia dibawa ke kantor polisi setempat untuk diinterogasi, dan kemudian didakwa melakukan pembunuhan.

Polisi menolak pembebasan tersangka dengan penjaminan dan dijadwalkan untuk dihadirkan di pengadilan hari ini, Rabu (13/5/2020).

Pemaparan kasus kematian Scott Johnson tiga kali digelar setelah jasadnya ditemukan di dasar tebing North Head dekat Manly pada 10 Desember 1988.

Dalam paparan pertama, kematian Scott Johnson diputuskan sebagai bunuh diri.

Namun abang kandung korban, Steve Johnson tidak yakin adiknya bunuh diri.

Bahkan Steve Johnson menyewa detektif swasta dari Amerika untuk mengusut kematian adiknya.

Akhirnya Kepolisian New South Wales membuka kembali kasus kematian Scott Johnson dalam paparan kedua Juni 2012.

Pada paparan ketiga 2017, disimpulkan Scott Johnson jatuh dari tebing jurang sebagai akibat dari kekerasan oleh penyerang tak dikenal yang menganggapnya sebagai gay.

Pada 2018, Kepolisian New South Wales menawarkan imbalan 1 juta dolar Australia (setara Rp 9,5 miliar) untuk pemberi informasi yang mengarah ke penangkapan pelaku.

Abang kandung Scott Johnson, Steve Johnson melihat lokasi adiknya dibunuh, tebing North Head, Manly di utara Sydney.
Abang kandung Scott Johnson, Steve Johnson melihat lokasi adiknya dibunuh, tebing North Head, Manly di utara Sydney. (abc news)

Abang kandung korban, Steve Johnson menambah hadiah 1 juta dolar Australia lagi hingga total hadiah menjadi 2 juta dolar Australia (setara Rp 19 miliar).

Steve Johnson, yang tinggal di Amerika Serikat, datang ke Sydney untuk mengumumkan penambahan hadiah itu.

Ia berharap ini akan mengirim pesan bahwa kejahatan rasial gay tidak akan ditoleransi.

"Dengan hadiah hingga 2 juta dolar di atas meja, saya berharap Scott akhirnya akan mendapatkan keadilan," katanya seperti dikutip tri bun-medan.com dari ABC News.

"Tolong, lakukan untuk Scott, lakukan untuk semua lelaki gay yang menjadi sasaran kejahatan kebencian, dan sekarang, lakukan untuk dirimu sendiri."

Kepolisian New South Wales  meninjau 88 kematian yang mencurigakan dari tahun 1976 hingga 2000.

Hasilnya 27 orang kemungkinan dibunuh karena homoseksualitas oleh geng, dengan kasus memuncak pada akhir 1980-an dan awal 90-an.

Komisaris Polisi Negara Bagian New South Wales Mick Fuller mengatakan telah melakukan kontak dengan Steve Johnson di Boston Amerika untuk memberitahukan penangkapan pembunuh adiknya.

"Melakukan panggilan telepon pagi ini adalah puncak karier - Steve telah berjuang sangat keras selama bertahun-tahun, dan itu merupakan suatu kehormatan menjadi bagian dari perjuangannya untuk keadilan," kata Fuller.

Lewat video, Steve Johnson mengatakan kematian adiknya melambangkan orang-orang yang kehilangan nyawa karena kekerasan yang diilhami oleh homofobia.

“Itu emosional bagi saya, emosional bagi keluarga saya, dua saudara perempuan dan lelaki saya yang sangat mencintai Scott, istri dan tiga anak saya yang tidak pernah mengenal paman mereka,” kata Johnson.

“Dia dengan berani menjalani hidupnya seperti yang dia inginkan.

Saya berharap teman-teman dan keluarga dari belasan lelaki gay lain yang kehilangan nyawa mereka menemukan penghiburan dalam apa yang terjadi hari ini dan berharap itu membuka pintu untuk menyelesaikan beberapa kematian misterius lelaki lain yang belum menerima keadilan, " katanya.

Steve Johnson mengatakan adiknya adalah lulusan terbaik di CalTech (California Institute of Technology, satu kampus terbaik di bidang sains) dan kemudian belajar di Universitas Cambridge dan Universitas Harvard sebelum pindah ke Australia, Mei 1986.

Scott Johnson mendapatkan gelar PhD di Australian National University (ANU).

Scott Johnson juga menjadi PhD supervisor di Macquarie University Sydney. (abc news)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved