Breaking News:

Akhirnya Perangkat Desa Ini Jadi Tersangka dan Ditahan, Dana Bansos Rp 600 Ribu Disunat Rp 500 Ribu

penetapan Eni Aritonang sebagai tersangka berdasarkan laporan salah satu warga Desa Buluduri bernama Togu Sinaga

Editor: Abdi Tumanggor
TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
Istri Kades Buluduri dan beberapa pembagi uang bantuan dijemput polisi untuk dimintai keterangan, Selasa (12/5/2020), di Kantor Kades Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi. 

Kronologi dana bansos tunai dari pemerintah pusat disunat Rp 500.000. Akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. 

Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh
Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh (TRI BUN MEDAN/Dohu Lase)

TRIBUN-MEDAN.COM - Polres Dairi menetapkan satu tersangka dalam kasus pemotongan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Desa Buluduri, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Kasubbag Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh mengatakan, tersangka bernama Eni Aritonang, perangkat Pemerintah Desa Buluduri.

"Dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. SPDP-nya sudah disampaikan ke kejaksaan," ucap Donni saat ditemui di kantornya, Kamis (14/5/2020).

Donni membeberkan, penetapan Eni Aritonang sebagai tersangka berdasarkan laporan salah satu warga Desa Buluduri bernama Togu Sinaga.

"Pelapor adalah warga atas nama Togu Sinaga. Nomor laporannya, LP/147/V/SU/DR/SPK tanggal 13 Mei 2019," ungkap Donni.

CURIGAI KADES-Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan mencurigai Kades mereka, Bambang Sugianto melakukan nepotisme pembagian bansos, Rabu (13/5). Menurut warga, rata-rata penerima bansos adalah keluarga kades dan kadus.(MUSTAQIM)
CURIGAI KADES-Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan mencurigai Kades mereka, Bambang Sugianto melakukan nepotisme pembagian bansos, Rabu (13/5). Menurut warga, rata-rata penerima bansos adalah keluarga kades dan kadus.(MUSTAQIM) (Tribun Medan)

Kejadian bermula saat Togu Sinaga keluar dari Kantor Pos Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, usai mengambil uang bansos sebesar Rp600 ribu.

Begitu sampai di pintu keluar, Togi dicegat Eni Aritonang dan dipaksa untuk menyerahkan uang Rp600 ribu tersebut. Lantaran terpaksa, Togi pun menyerahkan uang itu, lalu pulang ke rumahnya.

Sore harinya, Eni Aritonang mendatangi rumah Togu Sinaga untuk mengembalikan uang bansos hak Togu, tetapi cuma Rp100 ribu.

"Pelapor keberatan karena uang bansosnya dipotong, tinggal Rp100 ribu," ujar Donni.

Lebih lanjut, Donni mengatakan, pihaknya mengamankan enam orang terkait kasus ini.

Dua di antaranya ialah Eni Aritonang dan istri Kades Buluduri, Masniar Sitorus.

Donni menyebut, tersangka Eni Aritonang tidak ditahan, karena dijamin oleh Kades Buluduri, Osaka Sihombing.

Pihaknya juga masih memeriksa lima orang lagi dan tak tertutup kemungkinan, akan ada tersangka baru dalam waktu dekat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved