Belasan Orang Reaktif dalam Pemeriksaan Rapid Test di Rumah Dinas Gubernur Sumut
Rumah Dinas tersebut kini menjadi sebagai Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut.
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, di Jalan Sudirman, Kota Medan, terindikasi menjadi titik baru epicentrum penularan virus corona di Kota Medan.
Rumah Dinas tersebut kini menjadi sebagai Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut.
Di mana, orang-orang dari luar kota hilir mudik mendatangi kediaman gubernur itu untuk memberikan bantuan atau mengadakan rapat.
Sebelumnya, puluhan orang menjalani pemeriksaan langsung dengan metode Rapid Tes.
Setelah diperiksa, belasan orang di antaranya dinyatakan reaktif virus Corona.
Akan tetapi, belasan orang tersebut belum diketahui, apakah terpapar virus Corona dari rumah dinas ?.
Gubernur, Edy Rahmayadi membenarkan reaktif tersebut.
Namun, ia belum dapat menyimpulkan, apakah belasan orang tersebut tertular virus atau tidak.
"Oh ini yang salah ini, kita lurusin dulu. Rapid test itu bukan untuk positif. Rapid test itu untuk reaktif. Seandaianya ini kita ini jumlahnya sepuluh, karena metode PCR atau SWAB itukan terbatas, makanya digunakan sementara Rapid Tes," kata Edy Rahmayadi, di rumah dinas, Kamis (14/5/2020).
"Kalau sepuluh sepuluh ini kita swab-kan, berapa waktu dan berapa butuh, satu orang butuh dua swab. Inikan sulit. Untuk itu dipermudahlah dengan rapid test. Kita di-rapid test dulu ni, oh reaktif, berarti kamu ada kena virus. Virus apakah dia, oh belum tentu virus corona," ujarnya.
Mantan Pangkostrad ini membenarkan bahwa ada ditemukan reaktif hasil pemeriksaan. Tapi, belasan orang itu kata dia, hanya mengalami flu biasa, dan bukan mengarah ke Covid-19.
"Ada, setelah di cek, oh dia flu biasa. Ada asam lambung ya biasa," jelas Edy.
Menurutnya, jika belasan orang itu dinyatakan positif, pihaknya akan langsung melakukan isolasi di rumah sakit rujukan.
"Nggak, kalau begitu mengarah covid, kita masukin isolasi dia gitu," lanjut Edy lagi.
Secara terpisah, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, juga membenarkan adanya ASN yang reaktif hasil ASN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/satpol_pp_rumah_gubernur_20161110_174349.jpg)