Kendaraan yang Masuk ke Asahan Dipaksa Putar Bailk, Polisi Cek Seluruh Pendatang di Pintu Masuk

Polisi akan tetap memberlakukan aturan pelarangan mudik selama pandemi Corona/Covid-19 belum berakhir

HO/Sat Lantas Polres Asahan
Seorang personel Sat Lantas Polres Asahan saat hendak melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di Jalinsum di Pos Check Point Aek Ledong, Asahan pada Rabu (13/5/2020). Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kendaraan yang hendak mudik sesuai anjuran pemerintah. 

KISARAN,TRIBUN-Personel Sat Lantas Polres Asahan yang bertugas di Pos Check Point Aek Ledong, pintu masuk Asahan dari Labuhanbatu Utara (Labura) bertindak tegas.

Petugas memaksa tiga mobil pribadi putar balik selama Operasi Ketupat Toba 2020.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui tiga kendaraan tersebut datang dari wilayah Riau saat akan melintas di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Asahan.

Larangan Mudik, Ditlantas Polda Sumut Paksa 533 Kendaraan yang Membandel Putar Balik

Kasat Lantas Polres Asahan, AKP Budiono Saputro mengatakan di dalam kendaraan tersebut, para pengemudi dan penumpangnya diketahui hendak melakukan perjalanan ke wilayah Sumatera Utara dengan tidak mematuhi surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 4 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan identitas, diketahui ada yang berdomisili datang dari Rohil dan ada yang datang dari Pekanbaru, Riau.

Diduga hendak mudik," kata Budiono, Rabu (13/5/2020).

Di Tengah Larangan Mudik, Pesawat Komersil Masih Bisa Angkut Penumpang di Luar Wilayah PSBB

Ia mengatakan, upaya penyekatan kendaraan itu akan terus dilakukan, sebagai langkah agar masyarakat tidak mudik saat lebaran, sesuai dengan anjuran pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di wilayah hukum Polres Asahan, ada tiga pos check point di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Adapun ketiga pos itu yakni Pos Check Point Meranti, Pos Check Point Simpang Kawat dan Pos Check Point Aek Ledong.

Menurut Budiono, dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 4 tahun 2020 dijelaskan,

adapun beberapa pihak yang boleh berpergian yakni masyarakat yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid-19 dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Daun Ketepeng Badak dan Benalu Dikembangkan Jadi Antivirus Corona

Kemudian, ada juga perjalanan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat ke luar daerah, ataupun perjalanan keluarganya.

Lalu yang terakhir adalah para warga negara Indonesia yang baru saja dipulangkan dari negara rantau, baik untuk bekerja maupun belajar.(ind)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved