Update Covid19 Sumut 14 Mei 2020

PUNYA Banyak Pakar, Rektor USU Dorong Teliti Obat Covid-19 dan Hasilkan Riset Bermanfaat

Kan dana penelitian kita juga ada. Jadi kita harapkan teman-teman dari Fakultas Kedokteran atau yang membidangi virologi

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petugas Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kemenkes menjelaskan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab tenggorokan pasien terduga Covid-19 kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (dua kiri) dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kiri), di Laboratorium Rumah Sakit USU Medan, Jumat (17/4/2020). Pengoperasian alat PCR yang bisa memeriksa 333 pasien dari bantuan Kemenkes tersebut diharapkan dapat mengetahui hasil lebih cepat dalam mendeteksi virus Covid-19 khususnya di Sumut. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -
Rektor Universitas Sumatera Utara mendorong para pakar dan peneliti di USU untuk bisa mengembangkan riset di berbagai bidang dan diarahkan kepada hal-hal yang sifatnya bisa langsung membantu memecahkan masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakat saat ini.

Hal ini menurut Runtung sangat penting agar hasil riset itu bisa langsung digunakan dan bermanfaat tidak hanya sekadar sebagai bahan pustaka tapi juga untuk banyak orang.

Salah satunya seperti penelitian di bidang virologi untuk menemukan anti virus corona yang tengah jadi pandemi di dunia saat ini.

"Saya akan selalu bilang bahwa penelitian itu diarahkan kepada yang sifatnya membantu memecahkan persoalan yang timbul di tengah masyarakat dalam berbagai hal. Sehinga hasil riset tidak hanya untuk di perpustakaan tapi langsung digunakan," ujarnya.

Prof Runtung mengatakan, USU memiliki sumber daya manusia yakni para pakar dan ahli yang untuk bisa mulai melakukan riset dibidang virologi khususnya terkait virus corona yaang sedang mewabah saat ini.

Namun dia mengatakan belum ada tim yang memfokuskan untuk giat melakukan riset untuk menemukan anti virus corona atau ibat covid-19 tersebut.

"Sampai sekarang nampaknya belum ada yang fokus baik di Fakultas Kedokteran. Belum ada melapor ke saya untuk penelitian contohnya bagaimana untuk menemukan obatnya (covid-19). Saya kira alat untuk itu kan bisa. Kalau penelitian mereka ada tulisannya di jurnal, tapi secara rinci aktivitas teman-teman kita di fakultas ini saya pun tidak bisa satu per satu tahu. Karena kita pun menghasilkan paten pun banyak. Terus menerusnya meneliti mereka itu makanya bisa menghasilkan hak paten," terangnya.

Lebih lanjut Prof Runtung terus mendorong agar para pakar dan ahli di USU ke depannya mulai bergiat dalam bidang riset yang aktual agar bisa siap dipakai di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya ada banyak sekali topik riset selain terkait virus corona.

Antara lain misalnya peneliti di bidang farmasi menurutnya bisa meneliti bagaimana menemukan obat dari berbagai kekayaan sumber daya hayati Indonesia.

"Kan dana penelitian kita juga ada. Jadi kita harapkan teman-teman dari Fakultas Kedokteran atau yang membidangi virologi itu supaya diajukan proposalnya supaya diteliti. Orang farmasi juga selalu saya imbau meneliti bagaimana menemukan obat dari berbagai kekayaan sumber daya hayati Indonesia, kan banyak itu. Kan kita ada memang penelitian yang didanai. Jadi ada dana penelitian yang bisa digunakan ke situ," pungkasnya.

(Can/Tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved