Rekayasa Jambret Sadis di Medan

Demi Asuransi Erdina Boru Sihombing Nekat Tebas Jarinya Sendiri dan Buat Laporan Palsu Jambret Sadis

Martuani mengungkapkan, motif Erlina membuat cerita rekayasa jambret sadis karena terlilit utang. Sekaligus mendapatkan asuransi

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memegang alat bukti yang digunakan pelaku Erdina Boru Sihombing, Jumat (15/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Erdina Boru Sihombing (54) warga Jalan AR Hakim Gang Rahayu II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, sempat viral di media sosial karena menjadi korban jambret sadis tebas jari.

Aksi bandit jalanan itu disebut membuat Erdina Boru Sihombing kehilangan empat jarinya.

Namun, peristiwa jambret sadis tebas jari itu ternyata hanyalah cerita rekayasa Erdina Boru Sihombing.

Ditkrimum Polda Sumut akhirnya berhasil mengungkap teka-teki peristiwa jambret sadis yang dilaporkan oleh Erdina

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, Erdina Boru Sihombing kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus laporan palsu.

Meski begitu, luka yang dialami Erdina bukanlah rekayasa. Jari tangan Erdina benar-benar putus.

Martuani mengungkapkan, motif Erdina membuat cerita rekayasa jambret sadis karena terlilit utang.

Selain itu, ia pun mencoba mendapatkan keuntungan dari asuransi dengan menebas sendiri jari tangannya.

"Jadi tersangka ini terlilit utang. Ia menebas jarinya agar mendapat asuransi dan para pemberi utang merasa iba," katanya.

Menurut informasi yang didapat, Erdina melakukan aksi tebas jari tersebut dalam keadaan sadar.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved