Sosok Henky Solaiman, Aktor Senior, Legendaris Indonesia, Mulai Karir Main Teater

Pria kelahiran Bandung, 30 Agustus 1941 tersebut pernah mengenyam pendidikan akting dari Akademi Theater Nasional di Yogyakarta.

Tayang:
Instagram/@opahenky
Bintang sinetron Henky Solaiman. 

TRI BUN-MEDAN.com- Perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, Henky Solaiman.

Henky meninggal dunia pada Jumat (15/5/2020) sore.

Pria kelahiran Bandung, 30 Agustus 1941 tersebut pernah mengenyam pendidikan akting dari Akademi Theater Nasional di Yogyakarta.

Seperti dilansir Antara, di akademi tersebut dia berkenalan dengan orang-orang yang kemudian menjadi rekan kerjanya di industri perfilman.

Mereka antara lain sutradara Teguh Karya, Wahab Abdi, hingga Pietradjaja Burnama.

Teguh Karya pula yang mengajak dia bergabung dengan Teater Populer HI.

Dari panggung teater, Henky beralih ke “panggung” akting berbeda. Dia mulai terjun ke film layar lebar.

Sepanjang kariernya, Henky sudah membintangi puluhan judul film. 

Film pertamanya adalah Wadjah Seorang Laki-laki yang dirilis pada 1971 yang disutradarai oleh Teguh Karya.

Tidak puas dengan hanya berakting, Henky menjajal bekerja di belakang kamera dengan menjadi sutradara.

Film-filmnya antara lain Tali Merah Perkawinan, Neraca Kasih, dan Si Kabayan dan Anak Jin.

Henky Solaiman juga membintangi sejumlah sinetron. Salah satu yang paling terkenal adalah Keluarga van Danoe.

Dia masih aktif berakting hingga awal 2020. Dia membintangi sinetron Dunia Terbalik.

Namun tiba-tiba dia memberi pengumuman mengejutkan. Henky Solaiman mundur dari sinetron yang telah dibintanginya selama 2,5 tahun terakhir.

Henky mundur karena menderita kanker usus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved