Atlet Loncat Indah Angel Theresia Purba Targetkan Medali Perunggu 

Atlet loncat indah asal Sumatera Utara Angel Theresia Purba menargetkan medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021.

Facebook/Angel Theresia Purba
Atlet loncat indah asal Sumatera Utara Angel Theresia Purba. 

TRIBUN-MEDAN.com - Atlet loncat indah asal Sumatera Utara Angel Theresia Purba menargetkan medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021.

Persiapan remaja kelahiran 29 Oktober 2004 ini memang agak terkendala karena wabah Covid-19. Selama pandemi, Angel lebih fokus pada latihan fisik dan lebih sering berlatih di rumah.

"Untuk pagi hari, saya biasanya latihan selama dua jam dan sore juga dua jam. Namun untuk pagi saya fokus kepada kelenturan kaki dan sore fokus kepada kelenturan badan," katanya, Minggu (17/5/2020).

Ia mengaku, sesekali dirinya dan pelatih ke Kolam Renang Selayang untuk latihan teknik. Saat latihan bersama pelatih, Angel mengaku tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk jaga jarak dan sering menggunakan masker.

Saat di Kolam Renang Selayang pun, tidak ada orang kecuali dirinya, pelatih, dan penjaga kolam renang. Ia menyatakan meskipun saat ini persiapannya terkendala wabah, ia percaya dapat memetik hasil maksimal saat PON nanti.

"Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itu yang saya percaya," ujarnya.

Ia mengaku target medali perunggu cukup realistis meski saat ini ia sudah mengantisipasi atlet-atlet yang akan menjadi saingannya.  "Lawan terberat saya dari Jakarta dan Jawa Timur. Mereka yang harus saya antisipasi," katanya.

Mereka adalah Lina Dini Yasmin dan Dinda Anasti Maria Natalie dari DKI Jakarta dan Della Dinarsari serta Linar Beti dari Jawa Timur. Untuk mengantisipasi lawan terberat, Angel mengaku dirinya mempelajari loncatan para rivalnya. 

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih mendalami teknik loncat agar bisa menyaingi mereka dan bisa mengalahkan mereka. Begitupun, saya juga harus mempersiapkan fisik saya terlebih dahulu," terangnya.

Secara khusus ia menilai Lina Dini Yasmin sebagai kandidat paling kuat.

"Tapi saya yakin, saya mampu mengalahkannya. Karena saya juga sudah dapat masukan dari pelatih untuk mengantisipasi Lina. Dan ini yang saya terapkan untuk latihan teknik di sela-sela latihan fisik," akunya. (akb)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved