Jalani KKN di Labusel, Mahasiswa Unimal Aceh Rutin Berbagi Takjil dan Produksi Masker Sendiri

mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Aceh melakukan pembagian masker produksi sendiri dan takjil di sejumlah titik keramaian di Labusel

HO
Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Aceh membagikan takjil dan masker produksi sendiri kepada masyarakat Labusel, Sumut. 

TRI BUN-MEDAN.com, LABUSEL - Sebagai bentuk kepedulian dan pencegahan Pandemi Covid-19, mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh Aceh melakukan pembagian masker produksi sendiri dan takjil di sejumlah titik keramaian di desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (20/5/2020).

Ketua Kelompok KKN, Muklana Mustaqim Pulungan mengatakan kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian dan sebagai bentuk kesadaran kepada warga di Desa Asam Jawa agar menggunakan masker di tengah pandemi agar terhindar dari virus Covid-19.

"Kita melihat masih ada warga yang tidak memakai masker, maka kita berikan masker kemudian kita berikan juga paket takjil ke warga. Kita berharap bantuan ini dapat membuat warga sadar pentingnya menjaga kesehatan," ujarnya.

Muklana juga mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan ini tidak terlepas dari bantuan-bantuan pihak desa.

"Tidak lupa pula saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak aparatur Desa maupun warga yang telah telah memberikan support kepada kami, semoga bermanfaat untuk masyarakat dan semoga pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga kita semua kembali ke kehidupan yang normal lagi," ujar Muklana.

Dalam program kerja yang dilaksanakan, mahasiswa KKN Unimal juga memproduksi ratusan masker untuk dibagikan kepada warga.

Novita Dewi, mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam pembuatan masker ini mengungkapkan bahwa pembuatan masker ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat pentingnya masker.

"Situasi virus Covid yang sedang mewabah di negara ini dan pasokan masker yang semakin langkah maka kelompok saya berinisiatif untuk membagikan masker yang diproduksi sendiri secara gratis, kami juga membagikan takjil gratis, setidaknya membantu masyarakat sekitar, dan mereka tahu betapa pentingnya memakai masker," ungkap Dewi.

Tambahnya, Dewi juga berharap agar program yang dijalankan dapat berjalan lancar dan dapat membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Harapan saya setelah program ini kami jalankan, ada banyak orang yang berhati mulia ikut bakti sosial atau pun sedikit menyumbangkan rezeki, buat masayarakat yang harus bekerja keras diluar sana, seperti abang tukang becak, tukang ojek, dan supir mini bus, mereka harus mencari rezeki padahal nyawanya sedang terancam," pungkas Dewi.

(cr13/tri bun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved