Manajer PSMS Jagokan Maruarar Sirait Jadi Dirut PT LIB
Para petinggi PSMS menjagokan Maruarar Sirait untuk mengisi jabatan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru.
TRIBUN-MEDAN.com - Para petinggi PSMS menjagokan Maruarar Sirait untuk mengisi jabatan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru.
Setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada operator liga di Indonesia ini digelar Selasa lalu dan menerima pengunduran diri Cucu Somantri, beberapa nama telah muncul sebagai kandidat orang nomor satu pada operator liga di Indonesia itu.
Selain politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, mengemuka nama Tommy Welly (pengamat olahraga) serta Tigor Shalom Boboy (mantan Chief Operating Officer PT LIB).
Manajer PSMS Mulyadi Simatupang berharap posisi Dirut yang lowong itu segera terisi. Ditanya, siapa yang cocok menggantikan Cucu, Mulyadi menyebut nama Maruarar Sirait. Mulyadi mengatakan, politisi itu bisa menggantikan Cucu lantaran berkompeten dan mengerti dunia sepak bola juga.
"Banyak juga tokoh-tokoh yang bisa menggantikan posisi beliau. Kalau saya nilai nama Maruar Sirait bisa menggantikan posisi itu. Beliau hobi sepak bola. Dia juga pemuda yang berkompeten, dan saya pikir tidak gampang kena tekanan.Tekanan-tekanan ini memang tidak terlihat tapi terasa," kata Mulyadi.
"Tapi siapa pun nantinya yang dipilih, saya pikir dari tokoh independen lah. Apakah itu bisa terjadi? Ya, kembali lagi ke ex-officio, apa mereka mau atau tidak. Kalau kami maunya yang dari independen saja. Dari luar PSSI saja yang diambil," bebernya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Umum PSMS Julius Raja juga menjagokan Maruarar.
"Kalau menurut saya (jabatan Dirut) kasih kepada yang profesional seperti contohnya Maruarar Sirait. Dia kan sudah teruji dengan kemarin beberapa kali Piala Presiden dia buat. Selain itu, dia cukup bisa mendatangkan sponsor," terangnya.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Juni Ardianto Rachman mengatakan, penetapan Direktur Utama dan Komisaris PT LIB yang baru akan ditentukan dalam RUPSLB selanjutnya.
"Nanti akan kami sampaikan undangan RUPSLB berikutnya. Yang pasti setelah Lebaran ya!" katanya.
Sukses Gelar Piala Presiden
Maruarar Sirait telah empat kali menjadi Ketua Steering Committee Piala Presiden. Pria yang akrab disapa Ara ini juga merupakan Dewan Pembina Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Indonesia.
Beberapa waktu lalu, Ara mengatakan bahwa dalam mengurus sebuah kompetisi memerlukan konsistensi terutama pada kompetisi sepak bola di Indonesia baik Liga 1 maupun Liga 2.
Ara menuturkan ada empat komponen penting sebagai kunci suksesnya Piala Presiden yang selama ini ia tangani.
"Pertama, harus konsisten harus di audit. Makanya Piala Presiden selalu di audit oleh PwC (PricewaterhouseCoopers). Auditor yang kelasnya internasional. Apalagi Presiden Jokowi juga maunya sepak bola Indonesia ke wilayah internasional. Jadi harus auditornya internasional. Makanya selama Piala presiden sepak bola empat kali penyelenggaraan selalu diaudit PWC dan hasilnya selalu bagus," kata Maruarar Sirait dikutip dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/maruarar-siraittt_20150412_111530.jpg)