Kebaktian Gereja setelah Lockdown, 100 Jemaat Kena Covid-19 meski Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Seluruhnya ada 107 kasus infeksi yang sekarang dilaporkan dari negara bagian Hessen yang berkaitan dengan acara di gedung gereja.

Editor: Tariden Turnip
dpa
Kebaktian Gereja setelah Lockdown, 100 Jemaat Kena Covid-19 meski Sudah Ikuti Protokol Kesehatan. Gereja Baptis Frankfurt Jerman kini ditutup 

Setelah lockdown, Jerman membuka peribadatan gereja sejak 1 Mei 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Namun sekitar 40 kasus infeksi Covid-19 ditemukan di kota Frankfurt dan sekitarnya di Jerman, yang dikaitkan dengan ibadah di gereja Baptis yang dilangsungkan pada 10 Mei lalu.

"Sebagian besar dari mereka tidak terlalu sakit," kata Rene Gottschalk, kepala otoritas kesehatan Frankfurt kepada harian Tagesspiegel seperti dikutip tri bun-medan.com dari dw indonesia.

"Menurut informasi kami saat ini, hanya satu orang yang dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Di kota Frankurt di negara bagian Hessen, acara gereja sejak pertengahan Maret dilarang, sebagai bagian dari pembatasan kegiatan untuk meredam penyebaran virus corona.

Masih belum jelas, apakah protokol kesehatan dilanggar, atau acara di gedung gereja memang memudahkan penularan Covid-19. Klaster infeksi baru dari tempat ibadah tidak hanya ditemukan di Frankfurt, melainkan juga di beberapa tempat lain.

Seluruhnya ada 107 kasus infeksi yang sekarang dilaporkan dari negara bagian Hessen yang berkaitan dengan acara di gedung gereja.

Infeksi ditelusuri dari Hanau

Setidaknya ada 16 kasus infeksi di kota Hanau, sekitar 25 kilometer di timur Frankfurt.

Menurut penelusuran otoritas kesehatan Hanau, infeksi itu berasal dari acara kebaktian di gereja Bethaus pada 10 Mei.

"Ini kasus yang sangat dinamis," kata Antoni Walczok, kepala otoritas kesehatan Hanau, kepada harian Frankfurter Rundschau.

Karena kasus itu, kota Hanau kemudian membatalkan acara pertemuan dan salat bersama umat muslim mengakhiri masa puasa.

Acara itu tadinya akan diadakan di sebuah stadion dengan sekitar 1.000 peserta dari beberapa organisasi Islam di kawasan sungai Rhein dan sungai Main.

Hanau Claus Kaminsky mengatakan, acara kemudian dibatalkan karena risiko untuk penularan "terlalu tinggi."

"Protokol kesehatan ditaati"

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved