Bayar Utang Pertamina dan PLN, Sri Mulyani Suntik Rp 90,25 Triliun

Ditambah lagi, keduanya di dalam APBN 2020 juga telah dianggarkan untuk mendapatkan kompensasi sebesar Rp 7,17 triliun.

Tribunnews/Jeprima
Menteri Keuangan Sri Mulyani berpidato saat menghadiri seminar Nota Keuangan APBN 2020 Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung Nusantara IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan anggaran sebesar Rp 90,25 triliun untuk PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Suntikan anggaran ini dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menjelaskan, pengalokasian anggaran tersebut muncul akibat kebijakan pemerintah yang mengendalikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik dalam beberapa tahun terakhir.

Pemberian kompensasi juga didasarkan pada hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (PEN).

"Oleh kebijakan di atas maka pemerintah memberikan kompensasi kepada PLN dan Pertamina. Rencananya dalam program PEN 2020, sebagian dari kompensasi yang sudah diaudit BPK akan dibayarkan pemerintah ke PLN dan Pertamina," jelas Askolani ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

ASISTEN Manajer Jaringan PLN Area Medan, Ricki Yakop saat memantau genset.
ASISTEN Manajer Jaringan PLN Area Medan, Ricki Yakop saat memantau genset. (TRIBUN MEDAN/HO)

Kodam I Bukit Barisan Gelar Rapid Test untuk 250 Orang dan Bagi Sembako Gratis di Gedung SIKIB

MULAI HARI INI Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, dan Batik Air) Hentikan Sementara Penerbangan

Sebagai rincian, dari Rp 90,25 triliun tersebut, PLN dan Pertamina mendapatkan kompensasi dari pemerintah masing-masing Rp 28,25 triliun dan Rp 37,83 triliun.

Ditambah lagi, keduanya di dalam APBN 2020 juga telah dianggarkan untuk mendapatkan kompensasi sebesar Rp 7,17 triliun.

Dengan pemberian kompensasi tersebut, harapannya kedua BUMN tersebut dapat melaksanakan tugasnya dalam penyediaan listrik dan BBM secara normal.

"Tujuannya agar kedua BUMN tersebut dapat melaksanakan tugasnya terkait hajat rakyat banyak dalam penyediaan listrik dan BBM tetap berjalan normal dan tidak terganggu untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di domestik," jelas Askolani.

SPBU Pertamina
SPBU Pertamina (KOMPAS.com/istimewa)

Akhirnya Terkuak Misteri Patung Menyerupai Nyi Roro Kidul di Bali yang Viral, Ini Alasan Pelaku

Politisi PAN Eggi Sudjana Alami Kecelakaan Tunggal, Begini Kondisi Terkininya

Sebelumnya, Sri Mulyani juga sempat menjelaskan, kompensasi yang diberikan kepada Pertamina dan PLN digelontorkan atas penundaan kenaikan tarif listrik dan harga minyak.

Seperti diketahui, keduanya memutuskan tidak menaikkan tarif BBM maupun tarif listrik di tengah pandemi virus corona.

"Untuk PLN akan mendapatkan kompensasi dari tarif listrik yang tidak naik selama lima tahun," jelas Sri Mulyani, Senin (19/5/2020).

"Sementara untuk Pertamina dapat dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga BBM," ujar dia.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani Suntik Rp 90,25 Triliun untuk Bayar Utang Pertamina dan PLN"

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved